Baru Diumumkan, Kenaikan Harga Premium Ditunda

Pengisian BBM di SPBU (antara foto)

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Sebagaimana diketahui, pemerintah baru saja mengumumkan harga Premium naik 7% menjadi Rp7.000 per liter.

“Ditunda, Kita akan evaluasi lagi,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi saat dihubungi Rabu (10/10).

Sayangnya Agung tidak bisa memastikan kapan harga baru Premium yang sebesar Rp7.000 ini akan diterapkan. “Belum tahu kapan, dilihat kesiapan Pertamina, perhitungan dari kenaikan harga minyak,” tukasnya.

Senada, Staf Khusus Menteri ESDM Hadi Djurait mengatakan, kenaikan harga Premium akan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan Pertamina. “Sesuai arahan Bapak Presiden rencana kenaikan harga premium di Jamali menjadi Rp7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina,” ujar Hadi dikutip dari okezone.

Sebelumnya, Pemerintah menaikkan harga Premium sebesar 7% menjadi Rp7.000 per liter. “Sesuai arahan presiden, premium hari ini naik untuk Jamali (Jawa, Madura, Bali) Rp7.000. Naik 7%, di luar Jamali Rp6.900 tergantung persiapan Pertamina ke 2.500 SPBU disesuaikan harganya,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Hotel Sofitel, Bali. (aci)

Loading...