Tak Berkategori  

Basinergi Mambangun Nagari, Meraup Untung dari Beternak Puyuh

Foto: Pengurus Forum Nagari Padang Basi saat merawat burung puyuh dengan kegiatan Rumah Dagang.(ist)

PADANG –┬áPagi-pagi sekali bu Rahma, (43) sudah menuju kandang puyuh yang berjarak tiga rumah dari rumahnya. Kandang itu adalah milik Forum Nagari Padang Besi, Lubuk Kilangan.

Rama, adalah ibu rumah tangga. Guna menambah belanja anak-anaknya, Rama ikut memelihara puyuh Forum Nagari. Disana dia tidak sendiri, ada tiga orang masyarakat lainnya.

Seperti bu, Vivi, pak Asril dan Jasmantoni. Mereka sama berasal dari Jalan Widuri 7 RW 3, Kelurahan Padang Basi, Kecamatan Lubuk Kilangan.

“Alhamdulillah, bisa menambah-nambah belanja,”sebut Rama, kemarin.

Karena dengan ikut merawat burung puyuh, dirinya bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Selesai mengumpulkan telur, kemudian telur tersebut dijual, untungnya diserahkan pada dirinya oleh pengurus.

“Kadang kalau bawa 30 kota, bisa dapat tambahan hingga Rp50 ribu lebih perhari. Karena satu kotak telur dihargai Rp6 ribu sampai 7 ribu rupiah. Sementara dirinya menyetorkan pada kelompok Rp5 ribu/kotak,”ujarnya.

Satu kotak telur puyuh berisikan sekitar 18 butir. Sedangkan setiap paginya, puyuh-puyuh itu menghasilkan sekitar 1.200 butir telur.

Sejak, ada program Rumah Dagang Forum Nagari Padang Besi, Rama sudah punya kegiatan baru. Kadang puyuh seukurang 4 x 10 meter itu berisikan 1.500 ekor puyuh.

Puyuh itu harus mendapatkan perawatan pada pagi hari. Kemudian pada siang atau petang. Pengumpulan telur hanya dilakukan pada pagi hari saja.

“Sejak ikut disini, cukup terbantu untuk menambah biaya di rumah,”katanya.

Walau tak banyak, tambahan itu sangat membantu keuangan keluarganya. Apalagi pekerjaan itu tidak menyita waktunya selama satu hari.

Hal yang sama dirasakan Dasril. Ia belakangan ini juga aktif mengurus puyuh Forum Nagari. Karena mengurus puyuh itu, Dasril tidak terikat. Dia hanya mengurus pada pagi dan sore hari saja.

“Dengan ini saya bisa melakukan pekerjaan lain untuk menambah penghasilan. Sementara dari membantu memelihara puyuh saya juga mendapatkan tambahan belanja,”katanya.

Sehari-hari Dasril berprofesi sebagai buruh serabutan. Jika ada pekerjaan dirinya bekerja, jika kosong maka dia akan merawat puyuh tersebut.

Usaha burung puyuh yang dikelola oleh Forum Nagari Padang Basi sudah berjalan 1,5 tahun. Saat ini untuk memelihara peternakan ini melibatkan sekitar 5 orang warga. Selain itu juga pengurus.

Forum Nagari Padang Besi adalah, lembaga pemberdayaan masyarakat yang lahir dari Corporate Social Responsibility (CSR) dengan program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) PT Semen Padang.

Usaha burung puyuh Forum Nagari Padang Basi berdiri pada 2019 lalu. Semula masih diisi dengan 1.000 ekor puyuh. Setahun kemudian, ditambah 500 ekor.

Kini total puyuh yang dikelola forum tersebut mencapai 1.500 ekor. Ke depan, rencana juga akan ditambah lagi.

Targetnya tidak hanya memelihara sendiri. Namun juga diharapkan menginspirasi masyarakat lainnya untuk ikut mengelola puyuh petelur.

Forum ini memilih usaha puyuh petelus mengingat potensi pasar telur puyuh cukup menggembirakan. Setidaknya dari 1.200 buti telur puyuh yang dihasilkan sehari, selalu terserap oleh pasar.

Ketua Forum Nagari Padang Basi, Armaigus Nazar bersama Darny berencana untuk mengembangkan usaha itu lebih besar lagi.

“Kita punya banyak program lainnya, ke depan akan kita kembangkan dengan program lainnya, seperti kolam lele, karena saling mendukung dengan usaha puyuh,”pungkasnya. (yose)