Tak Berkategori  

Baznas Luncurkan Kota SDGs Pertama di Bengkulu

Anggota Baznas, Nana Mintarti, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi dan Co-Chair Filantropi Indonesia, Erna Witoelar, pada acara talkshow Bengkulu Kota SDGs pada Filantropi Festival di JCC, Jakarta, Kamis (15/11). (*)

Anggota Baznas, Nana Mintarti, Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi dan Co-Chair Filantropi Indonesia, Erna Witoelar, pada acara talkshow Bengkulu Kota SDGs pada Filantropi Festival di JCC, Jakarta, Kamis (15/11). (*)

JAKARTA – Dalam mendorong pengembangan sektor perekonomian, pendidikan dan kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada Acara Filantropi Festival di JCC, Jakarta, Kamis (15/11) melounching Kota SDGs pertama di Bengkulu. Provinsi Bengkulu memiliki predikat sebagai Kota Sustainable Development Goals (SDGs) pertama di Indonesia. Kota SDGs merupakan kota yang berkomitmen untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan dalam praktek kehidupan.

Anggota Baznas Nana Mintarti kepada Singgalang di Jakarta mengatakan, setiap lembaga yang bekerjasama dalam program ini, bahu membahu mendorong pengembangan sektor perekonomian, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan yang selaras dengan dari poin-poin tujuan SDGs.

Baznas melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program pengelolaan sampah menjadi biji plastik serta membantu para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk memiliki gerai berdagang dan dapat mengemas produk dengan lebih baik. Selain itu memberikan dorongan dari sisi spiritual melalui dai-dai dalam pelestarian lingkungan supaya masyarakat cepat menyesuaikan diri dengan tujuan SDGs.

Program awal ini memberikan dampak positif bagi lebih dari 600 kepala keluarga kurang mampu di pusat kota Bengkulu. Baznas juga menjalankan program pengelolaan sampah kota, masyarakat diberikan mesin pengolah sampah yang dapat menghasilkan pupuk, dan produk kerajinan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya.

Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memberikan apresiasinya kepada Baznas bahw Bengkulu dipilih menjadi kota SDGs sehingga warganya mendapatkan kesempatan lebih untuk mengingatkan taraf hidupnya. Masyarakat Bengkulu siap untuk melaksanakan program SDGs untuk mencapai tujuan.

Co-Chair Filantropi Indonesia, Erna Witoelar mengatakan pihaknya mendorong dan memfasilitasi kemitraan ini karena sejalan dengan prinsip “integrasi” dalam SDGs. Melalui kemitraan di perkotaan Bengkulu dapat diatasi secara bersama. Ini menjadi kemitraan yang dapat dicontoh untuk programnya SDGs lainnya.

Kota SDGs Bengkulu sendiri baru diluncurkan di Kelurahan Sumberjaya, Kampung Melayu, Kota Bengkulu pada Rabu, (8/11) lalu, hasil kerjasama dari unsur pemerintah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), para Lembaga Amil Zakat (LAZ), Filantropi Indonesia, kampus dan lembaga swadaya masyarakat. (sm)