Tak Berkategori  

Bekas Galian PDAM di Air Camar Ancam Keselamatan Pengendara

Ilustrasi (givo)
Pengendara melewati lubang menganga bekas galian pipa PDAM di Jalan
Parak Pisang, Air Camar, Padang Timur, Kota Padang, Rabu (14/11). (givo alputra)

PADANG – Lubang menganga bekas galian pipa PDAM di Jalan Parak Pisang, Air Camar Padang Timur membahayakan keselamatan pengendara. Bila tak hati-hati, pengendara bisa terjatuh di sana.

Tak hanya itu, jalur padat kendaraan tersebut juga jadi rawan kemacetan. Pasalnya
sebelum itu tak pernah ada kerusakan jalan di sana. “Sering pengemudi rem mendadak
begitu sadar ada lubang, tak ayal pengendara di belakang juga terdampak. Alhasil kerap
terjadi kecelakaan di sini,” ujar Sizal, warga setempat, Rabu (14/11).

Belum lagi kemacetan yang diakibatkannya. “Jalur ini sangat padat terutama pagi dan sore
hari. Dengan lubang selebar jalan tak ada pilihan selain melaju lambatm sehingga memicu
kemacetan panjang,” tambahnya.

Menurut Sizal, jalan berlubang itu diperkirakan sudah dua bulan lamanya. “Jalan ini
berlubang diakibatkan bekas penggalian PDAM, tapi setelah itu langsung ditambal. Tapi
tambalnya cuman sekedar saja,” ungkapnya.

Warga lain, Santi mengatakan saat hujan turun, jalan berlubang itu tak lebih menakutkan
dibanding malam hari. “Apalagi hujannya saat malam, jadi genangan air masuk ke dalam
lubang tersebut,” tutur Santi.

Pantauan SINGGALANG, pengendara berbagai jenis sangat berhati-hati saat melintas di area tersebut. Ada juga yang rem mendadak. Dengan begitu, mengundang kemacetan.
Apalagi saat mobil pribadi dan truk besar yang melewatinya. Bahkan ada juga pengendara
yang hampir tabrakan.

Menanggapi hal itu, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang mengaku
siap bertanggunjawab untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pengerjaan galian pipa.
PDAM segera memperbaiki jalan tersebut agar tidak mengganggu lalu lintas.

Demikian Disampaikan Direksi PDAM Padang, melalui kasubag Humas, Rici Gautama terkait
rusaknya jalan pada ruas Air Cama, Padang Timur dan Air Dingin, Koto Tangah. “Pada
prinsipnya jika itu memang bekas galian PDAM, maka kami akan segera memperbaikinya
dan itu harus, sehingga tidak menggangu lalu lintas apalagi berakibat terjadinya
kecelakaan,” sebutnya.

Disebutkannya, selain menindaklanjuti secepatnya pihak berharap masyarakat untuk tetap
memberikan informasi-informasi terkait PDAM. Dengan itu, PDAM dapat memberikan
pelayanan dan pengerjaan yang maksimal di lapangan. “Kami selalu membutuhkan
masukan-masukan dan informasi seperti ini,”ujarnya. (givo/yose)