oleh

Beraksi di Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Kawanan Hipnotis Diringkus

PAYAKUMBUH – Bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah yang mestinya diisi dengan aktivitas ibadah, justru dimanfaatkan sindikat hipnotis untuk beraksi di Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

“Betul, ada dua orang terduga pelaku yang sudah kita amankan, info detailnya, silahkan hubungi Kapolsek Amirwan (Kapolsek Luhak,-red),” kata Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastyawan Setyowibowo, Rabu (9/5).

Kapolres asal Solo itu meminta masyarakat, lebih waspada dengan kasus kejahatan berupa pencurian dalam bentuk hipnotis. “Jelang lebaran, biasanya cendrung muncul (kasus hipnotis, penipuan,-red),” jelasnya.

Kepala Kepolisian Sektor Luhak, yang membawahi wilkum Luhak dan Lareh Sago Halaban di wilayah administrasi Lima Puluh Kota, Inspektur Satu Polisi Amirwan membenarkan, perihal penangkapan dua anggota sindikat hipnotis.

“Inisialnya masing-masing EW asal Payakumbuh Timur dan DRS asal Payakumbuh Barat. Kedua-duanya, berusia paruh baya,” sebut Amirwan di Markas Polsek Luhak, kawasan Lareh Sago Halaban.

Kedua terduga pelaku hipnotis ditangkap setelah berhasil menguras uang seorang warga Batu Payuang, Lareh Sago Halaban. “Korban bernama Ganting, bapak paruh baya yang sebelumnya diajak jalan-jalan oleh pelaku dengan modus mencari tanah untuk pembangunan kandang ayam,” terang Kapolsek.

Usai membawa korbannya jalan-jalan, kedua pelaku mengantarkan korban tidak jauh dari kediamannya. “Begitu tiba di rumah, korban sadar uangnya jutaan rupiah hilang,” beber Kapolsek didampingi sejumlah tim opsnal Reskrim Polsek.

Lantas, korban pun berteriak minta tolong dan warga sekitar, memburu mobil minibus pelaku dengan nomor polisi BM 1036 JY. Pemburuan ini, juga melibatkan anggota Polsek Luhak yang tengah melakukan patroli. “Tadi, pelaku kita amankan di depan Mapolsek. Kendaraannya kita berhentikan paksa,” kata Kapolsek.

Kepada wartawan, kedua pelaku mengaku baru perdana beraksi. Namun begitu, polisi menduga, pengakuan tersebut belum bisa mentah mentah ditelan. “Kami masih selidiki, tidak tertutup kemungkinan ada TKP lain,” jelas penyidik. (bayu)

News Feed