"Fitrah adalah kesucian yang dibawa sejak lahir. Namun, seiring perjalanan hidup, banyak manusia tergelincir oleh hawa nafsu dan kesenangan duniawi. Maka, Ramadan hadir untuk menyucikan kembali jiwa manusia," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya lima unsur utama dalam memilih kebaikan, yakni akal, hati (qalb), hati nurani, nafsu, dan hawa nafsu. Menurutnya, akal berfungsi sebagai penunjuk jalan yang harus diisi dengan ilmu yang benar dan bermanfaat.
Sementara itu, hati cenderung berubah-ubah sehingga perlu ditenangkan agar tetap istiqamah, salah satunya dengan rajin beribadah dan bergaul dengan orang-orang baik.
"Hati nurani selalu mengajak kepada kebaikan. Jika ingin menjadikannya pemimpin dalam diri, maka ikutilah hati nuranimu, bukan nafsumu," pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa hawa nafsu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
"Jika hawa nafsu digunakan untuk hal yang bermanfaat, maka itu patut disyukuri. Namun, jika tidak, maka ia hanya akan menjadi sesuatu yang sia-sia," tambahnya.
Prof. Ikhwan menutup khutbahnya dengan mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga kesadaran dalam setiap pilihan hidup agar tidak terjebak dalam kemewahan dunia yang dapat menggugurkan nilai-nilai ketakwaan.Usai Salat Idulfitri, jajaran direksi PT Semen Padang melakukan kunjungan silaturahmi ke pabrik untuk bertemu dengan karyawan yang bertugas.
Acara dilanjutkan dengan kunjungan open house ke sejumlah pejabat daerah, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Kapolda Sumbar, Ketua DPRD Sumbar, serta Wali Kota Padang.
Kunjungan ini menjadi simbol kebersamaan antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam semangat Hari Raya Idulfitri.(yose)
Editor : yoserizal