oleh

Berkah Ongkos Pesawat Mahal, Terminal Bareh Solok Kembali Bergairah

SOLOK  – Mahalnya tiket pesawat dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan dampak positif bagi kehidupan masyarakat yang mengadu nasib di sejumlah terminal.

Seperti di Kota Solok, suasana Terminal Bareh Solok yang sebelumnya sepi, pasca melambungnya ongkos pesawat suasana terminal berubah ramai, wajah pencari berkah di terminal ikut cerah.

Pantauan Singgalang, dampak mahalnya tiket, tidak hanya memberi keuntungan bagi pengusaha jasa transportasi darat saja, juga dirasakan sejumlah pedagang yang keseharian mencari kehidupan di terminal.

Seperti dikatakan Mila, pedagang minuman dan makanan di area Terminal Bbareh Solok.

Warga Gurun Bagan itu menyebutkan, omsetnya meningkat dengan terjadinya lonjakan penumpang yang mengunakan jasa transportasi darat.

Muslim pedagang buah-buahan berkomentar sama, dagangannya laris manis sejak kunjungan ke terminal meningkat.

“Satu hari bisa mendapatkan laba bersih Rp100 ribu sampai Rp150ribu. Bahkan bisa lebih,” ujarnya.

Kori Agen Bus Sari Mustika dengan jurusan Jakarta – Surabaya – Pati -Solo kepada menyampaikan, lonjakan penumpang angkutan darat memberikan cahaya kehidupan bagi pencari nafkah di terminal apalagi didukung arus mudik dan arus balik.

“Terminal kembali ramai seperti pasar,” ujarnya. Lonjakan penumpang terjadi dua kali lipat dibandingkan suasana lebaran tahun lalu.

Hal senada juga disampaikan AF agen Juanda Prima jurusan, Solok Palembang, Jakarta. Melambungnya ongkos  pesawat berdampak baik terhadap angkutan darat.

Sebelumnya, 10 bus trans Jakarta – Sumbar yang beroperasi. Saat ini terjadi pertambahan angkutan sampai 25 bus per hari.

” Tidak hanya pengusaha transportasi darat yang diuntungkan dengan hidupnya terminal, warung nasi dan PKL yang mencari kehidupan diterminal juga diuntungkan,” ujarnya.

Dia berharap, suasana akan berlansung lama. Angkutan darat kembali bergairah.

“Kami berharap pemerintah tetap menjaga keseimbangan dalam menentukan harga tiket transportasi. Kalau tiket pesawat terlalu murah kami yang hidup dengan jasa transporatsi darat yang paling menjerit,” katanya.

Mis warga Surian, salah satu pengguna jasa angkutan darat yang akan berangkat ke Jakarta dan Lampung bersama delapan orang lainnya kepada singgalang mengatakan transportasi darat menjadi pilihan keluarganya untuk ke jakarta dan Lampung.

“Ongkos pesawat maha bana. Dengan bus ke jakarta hanya meronggoh kocek Rp400 ribu sementara melalui angkutan udara mengeluarkan biaya Rp1,5 juta,” ujar pedagang yang merantau ke jakarta dengan profesi sebagai pedagang sendal dibazar-bazar. (Oky)

 

Loading...

Berita Terkait