Tak Berkategori  

Berkah Ramadhan, Satu Warga Binaan Lapas Bukittinggi Jadi Mualaf

Dipandu KUA  Ampek Angkek, M.Kevin Simbolon mengucapkan dua kalimat syahadat. (asrial gindo)

BUKITTINGGI – Satu lagi warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bukittinggi jadi mualaaf (meluk agama Islam ). kali ini WBP yang jadi Mualaf adalah Kevin Simbolon (29).

Prosesi Kevin jadi mualaf itu diawali dengan melakukan khitan (sunat) di RS Ibnu Sina Yarsi Bukittinggi, Kamis (6/5). Sedangkan prosesi mengucapkan dua kalimat syahadat berlangsung, Jumat (7/5) di masjid yang berada di komplek Lapas kelas IIA Bukittinggi dan dipandu KUA Kecamatan IV Angkek.

Pengucapan dua kalimat syahadat yang dilakukan Kevin itu juga disaksikan Kalapas, Marten, lawyer Armen Bakar, serta Dokter ahli syaraf Amilus, pengusahan Zul Fadli dan Yul Bray serta puluhan WBP lainya.

Setelah resmi masuk Islam, maka kevin menambahkan diawal namanya dengan Muhammad sehingga menjadi Muhammad Kevin Simbolon.

Seusai mengucapkan dua kalimat shadat itu, kevin mengaku senang, karena jiwanya merasa lebih tenang dari sebelumnya.

Diakuinya, keinginan untuk jadi mualaf itu sebenarnya sudah sejak 2018, namun karena tidak ada yang membatu pengurusanya sehingga keinginanya belum terwujud.

Kemudian saat saat berada dilapas keinginanya itu direspon pihak lapas sehingga ia dipertemukan dengan orang yang bersedia membantunya dalam pengurusan jadi mualaf itu, seperi pengacara Armen Bakar, dokter Amilus, Zulfadli, Yul Bray dan Temok.

“Karena itu kita mengucapkan terimakasih kepada mereka yang telah membantunya tersebut,”ujar Kevin.

Kalapas Kelas II Bukittinggi, Marten mengatakan, keputusan untuk jadi muaalaf itu merupakan permintaan dan keinginan dari Kevin sendiri.

Sebab sebagai pimpinan di lapas ini, apapun keinginan dari WBP yang bersifat positif akan selalu disalurkan dan fasilitasi.

Sementara dr. Amilus Ismail, Sp.P salah satu tokoh sentral yang membantu kevin itu merasa senang dan bahagia karena prosesi syahadat yang dilakukan kevin berjalan lancar. (gindo)