oleh

Bersama Benny Utama, John Kenedy Azis Jemput Aspirasi ke Pedalaman 

John Kenedy Azis beserta rombongan tengah menuju daerah Patamuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman dengan boat, Jumat (1/2). (darmansyah) 

LUBUK SIKAPING  – Jam telah menunjukan pukul sembilan. Namun mendung tampak masih menyelimuti kota kecil, Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, ketika John Kenedy Azis hendak bertolak menuju daerah pedalaman, Patamuan, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattungul Selatan, Kamis (31/1) lalu.

Ada lima mobil yang hendak mengiringinya. Salah satunya mobil Benny Utama, mantan Bupati Pasaman.

John Kenedy Azis yang sekarang tercatat sebagai Anggota Komisi III DPR-RI, sebelumnya mengetahui kondisi jalan yang sangat buruk ke Muaro Sungai Lolo dari salah seorang tokoh masyarakat setempat dalam sebuah pertemuan di Lubuk Sikaping, beberapa waktu lalu.
Tokoh itu menyebutkan bahwa Muaro Sungai Lolo yang dulu telah dibuka, kini kembali terisolasi. Sudah tidak ada lagi travel sebagai moda angkutan umum.

“Sebentar lagi, kami mungkin akan kembali ke zaman kuda beban,” katanya, kala itu.

Mendengar keluhan yang dituturkan si tokoh masyarakat Muaro Sungai Lolo, John Kenedy Azis merasa terpanggil untuk datang ke daerah dib alik Bukik Gadang (salah satu bukit dalam gugusan Bukit Barisan) tersebut. Dan, dia pun mencoba mengajak Benny Utama.

Setelah dua jam perjalanan, iring-iringan mobil John Kenedy Azis dan Benny Utama memasuki Bangkok, salah satu jorong di Nagari Silayang. Rombongan berhenti dekat sebuah gubuk dan, disitu mereka disuguhi warga, durian.

Usai menikmati durian, rombongan kembali bertolak dan, sampai di Balai Bangkok sekitar pukul 14.15. Kedatanan mereka disambut oleh Ketua PK Partari Golkar Mapattunggul Selatan, Safir Ahmad. Mampir sebentar sambil menyalami warga, lalu, jalan lagi.

Tak lama, mereka sudah ditunggu pula oleh warga di Banjar Sungai Tuor, Nagari Muaro Sungai Lolo.

“Sajak bumi takambang, baru sakali ko Anggota DPR-RI yang datang ka kampuang kami, Pak,” ujar seorang tokoh masyarakat menyambut kedatangan John Kenedy Azis, malam itu.

Pertemuan di Balai Sungai Tuor pun tidak lama. Diminta dipercepat, karena kedatangan John Kenedy Azis juga sudah dinanti-nanti oleh masyarakat di Jorong Muaro dan, untuk sampai di Muaro perlu waktu sekitar satu jam.

Rombongan John Kenedy Azis dan Benny Utama sampai di Muaro setelah pukul 12 malam. Walaupun sudah larut, namun kedantang mereka ternyata tetap disambut antusias oleh masyarakat.
Usai mengadakan pertemuan selama kurang lebih satu jam, rombongan kembali melanjutkan perjalanan, yaitu ke Muaro Sungai Lolo yang jadi pusat pemerintahan nagarinya.

Di Muaro Sungai Lolo yang tadinya juga dijadwalkan ada pertemuan, terpaksa ditunda hingga keesokannya karena sudah lewat malam. Dan, disitulah, John Kenedy Azis beserta rombongan menginap di rumah penduduk.

Perlu waktu sekitar dua jam untuk sampai di Patamuan dan, itu melalui arus sungai yang sangat deras dan sangat berbahaya.

“Ini adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga dan berkesan bagi saya,” aku John Kenedy Azis yang tampak menikmati perjalanannya.

“Tapi, Alhamdulillah, Allah masih bersama kami dan melindungi kami,” kata John Kenedy Azis dalam sambutannya dihadapan masyarakat Patamuan. Pertemuan dengan warga Patamuan diadakan dekat balai adat.
Kemudian, usai makan siang, hari masih hujan, rombongan kembali ke Muaro Sungai Lolo dengan boat. Boat yang dinaiki John Kenedy Azis dikemudikan mantan walinagari setempat, Asmadi.

Sore sesampai di Muaro, rombongan langung ke jorong Pintuai. Ada ratusan warga di sana yang juga telah lama menunggu mereka.
Setelah magrib dan makam malam, John Kenedy Azis dan Benny Utama beserta rombongan pamit untuk kembali ke Lubuk Sikaping. (darmansyah)

Loading...

Berita Terkait