Tak Berkategori  

Berulah, Debt Collector Pukul Gadis 15 Tahun Pakai Helm

PURWAKARTA – Gadis 15 tahun diduga menjadi korban penganiayaan kelompok debt collector di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Korban mengalami luka serius di bagian kepala lantaran dipukul menggunakan helm.

“Peristiwanya terjadi Salasa 22 Juli 2021 dan langsung dilaporkan ke Polres Purwakarta Rabu kemarin. Kami berharap para pelaku ditangkap,” kata Aep (48), ayah korban, Kamis (24/6/2021).

Aep yang merupakan warga Kampung Pasirpeteuy, Desa Cibogogirang, Kecamatan Plered, Purwakarta ini menceritakan jika saat kejadian anaknya yang bernama Lia Wati sedang dibonceng teman laki-lakinya menggunakan sepeda motor matic dari Plered menuju Cipaisan, Purwakarta. Setibanya di Ahmad Yani, Cipaisan korban dicegat oleh kelompok laki-laki yang mengaku sebagai debt collector.

“Kelompok debt collector ini meminta anak saya dan temannya menyerahkan motor matic yang sedang dipakai itu. Alasannya karena menunggak angsuran empat bulan. Saat itu, lah anak saya dipukul dengan helm. Kepala anak saya memar dan bahkan sekarang mengeluh pusing. Laporan saya ke polisi kemarin masalah penganiayaan dan perampasan,” ujar Aep.

Aep menyayangkan banyak perusahaan pembiayaan atau leasing di Purwakarta yang memamfaatkan pereman sebagai debt collector. Padahal, sudah jelas dalam regulasi soal perkeriditan barang yang mengalami gagal bayar proses sita tidak boleh dilakukan secara paksa, seperti dirampas di jalan.

“Persoalan yang semacam ini kenapa terus dibiarkan berlarut-larut. Bahkan, saya mendapat informasi jika sudah banyak masyarakat yang jadi korban melaporkan para debt collector ini. Tapi tetap saja debt collector ini tidak pernah jera. Bahkan, samapai ada debt collector yang sudah biasa bulak balik ke kantor polisi. Tapi tetap masih melakukan perampasan kendaraan di jalan. Aneh kan? “kata Aep.

Sementara itu, Anggota DPRD Purwakarta Rivki Fauzi mengaku akhir-akhir ini banyak masyarakat yang mengadu kepadanya jika kendaraannya diambil paksa debt collector di jalan. Pihaknya meminta semua pihak mencari solusi terkait persoalan tersebut. Tidak hanya penegak hukum, perintah pemerintah daerah pun harus mulai turun tangan, menengahi masalah sosial semacam ini.

“Peristiwa seorang anggota TNI yang dikeroyok debt collector di Gerbang Tol Kebun Bawang, Jakarta Utara beberapa waktu lalu, jangan sampai teulang. Termasuk juga peristiwa seorang debt collector dikroyok hingga tewas di Subang, Jawa Barat. Ini kan miris sekali,” ujar anggota dewan dari Partai Gerindra ini. (okezone)

Lihat Artikel Asli