Tak Berkategori  

BI: Cadangan Devisa Cukup untuk Impor dan Utang 7,7 Bulan

Bank Indonesia (net)
Bank Indonesia (net)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa Indonesia pada kuartal I-2016 mencapai USD107,5 miliar. Cadangan devisa ini meningkat dibandingkan kuartal IV-2015 yang hanya mencapai USD105,9 miliar.

“Kemudian cadangan devisa, pada triwulan pertama ini berbeda dengan yang kita umumkan kemarin. Ini adalah posisi akhir triwulan pertama sebesar USD107,5 miliar,” kata Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistyowati di Gedung BI, Jakarta, Jumat (13/5).

Menurut Hendy, cadangan devisa ini cukup untuk membiayai impor dan utang luar negeri pemerintah selama 7,7 bulan. Jangka waktu pembiayaan ini jauh lebih lama dibandingkan kuartal IV-2015 sebesar 7,14 persen.

Namun, Posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir April 2016 tercatat mencapai USD107,7 miliar atau lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir kuartal I-2016 sebesar USD107,5 miliar.

Hendy mengungkapkan, peningkatan tersebut dipengaruhi penerimaan cadangan devisa yang terutama berasal dari hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) dan penerimaan lainnya. Penerimaan tersebut melampaui kebutuhan devisa, antara lain digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Posisi cadangan devisa per akhir April 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor atau 7,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.(aci)

okezone1