Tak Berkategori  

Biaya Transaksi di ATM Link Diputuskan Ditunda

JAKARTA – Penyesuaian biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai yang dilakukan di mesin-mesin ATM Link diputuskan untuk ditunda. Penyesuaian tarif yang pada awalnya akan diimplementasikan pada 1 Juni 2021 menjadi ditunda.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) RI Kodrat Wibowo memberikan arahan kepada bank-bank Himbara agar dapat mensosialisasikan pungutan di ATM Link kepada konsumen dan nasabah.

“Di berita sudah diumumkan biaya ATM Link akan diundur. Itu saja manfaatkan waktunya untuk sosialisasi ke masyarakat,” ujar Kodrat di Jakarta, Selasa (1/6/2021), dikutip dari okezone.

Dia menambahkan, Himbara seharusnya lebih banyak berkoordinasi dengan pihak OJK sebagai otoritas pengawas sektor perbankan dan pasar modal. Sementara, KPPU hanya akan menilai dari domain kewenangan pengawasan persaingan usaha yang sehat. Sedangkan kepentingan konsumen secara kewenangan ada pada BPKN sesuai UU 8/1999.

“Laporan masyarakat yang sudah masuk tetap akan KPPU tindaklanjuti sesuai dengan kewenangan kami. Jadinya kami bisa fokus di penanganan laporan” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati kembali menegaskan, meski tarif tranksasi di ATM Link nantinya akan disesuaikan, para nasabah Himbara masih bisa menikmati layanan cek saldo dan tarik tunai secara gratis melalui ATM yang berlogo sama dengan penerbit kartu. Misalnya, pemilik kartu ATM BNI tidak dikenakan biaya transaksi tersebut jika digunakan di ATM Link BNI. Nasabah juga memiliki pilihan untuk melakukan pengecekan saldo secara gratis melalui layanan mobile banking.

Setelah perubahan tarif nanti diberlakukan, BRI, BNI, Mandiri, dan BTN yang bergabung dalam layanan ATM Link memastikan layanan transaksi di ATM Link akan lebih baik, dengan jaringan yang luas sampai ke area remote dengan dukungan lebih dari 45.000 ATM sebagai perwujudan komitmen Himbara dan Jalin untuk tetap mengakselerasi inklusi dan literasi keuangan.

“Tetapi patut diingat penyesuaian tarif baru untuk tarif cek saldo dan tarik tunai tetap lebih rendah dibandingkan jaringan ATM lain di Indonesia. Khusus untuk nasabah penerima bansos, cek saldo dan tarik tunai di ATM Link tidak akan dikenakan biaya sama sekali,” ujar Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati di Jakarta, Selasa (1/6/2021). (rn/*)