Tak Berkategori  

Biro Umrah Kelola Perjalanan Wisata Religi Dalam Negeri

Amiruddin dan tumpukan perlengkapan jamaah umrah yang tertunda berangkat karena pandemi Covid-19.(musriadi musanif)

Oleh Musriadi Musanif

PADANG PANJANG – Sudah panjang antrean umat Islam yang ingin menunaikan ibadah umrah ke Mekah, Saudi Arabia. Hampir tiap hari mereka bertanya, apakah sudah boleh atau belum. Kalau belum, kira-kira kapan waktunya dibolehkan.

“Tiap hari ada saja yang bertanya, apakah mereka sudah bisa mendaftar untuk ikut ibadah umrah. Kita tidak berani menjawab, karena ini terkait kebijakan pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19 yang melanda seluruh dunia,’’ ujar  miruddin, salah seorang pengelola usaha perjalanan umrah di Kota Padang Panjang, membuka ceritanya kepada Singgalang, Selasa (1/12).

Menurutnya, kendati ekonomi sebagian masyarakat terpuruk akibat terjangan badai bencana Virus Corona, tapi karena menyangkut dengan akidah dan keinginan untuk memperbanyak ibadah, maka niat menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci tetap tinggi.

Ustadz Amiruddin yang merupakan pimpinan cabang PT Rizkya Amanah Mandiri itu menyebut, setiap ada umat Islam yang menyatakan niat mereka ingin menunaikan ibadah umrah, pihaknya selalu memberi pencerahan tentang keutamaan ibadah-ibadah dalam agama Islam, bila dilaksanakan dengan ikhlas dan semata-mata karena Allah.

“Pokoknya kita ajak untuk memasang niat seikhlas-ikhlasnya karena Allah. Semoga wabah ini cepat berakhir, dan kita bisa beribadah kembali dengan tenang di Mekah. Tidak berani kita menerima pendaftaran, sebab jamaah kami masih banyak yang tertunda keberangkatannya,’’ terang Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pabasko itu.

Diakuinya, hampir setiap hari ada saja calon jamaah yang mencari informasi tentang kapan ibadah umrah kembali diizinkan, dan mereka menyatakan komitmen ingin menjadi orang pertama yang berangkat umrah. Selain bertanya langsung kepadanya, juga banyak yang mencari-cari informasi melalui saluran media massa dan media sosial.

Amir menjelaskan, terakhir perusahaannya memberangkatkan 42 orang jamaah umrah asal Padang Panjang pada Desember 2019 silam. Lalu, imbuhnya, sebanyak 35 orang sudah siap untuk diberangkatkan menunaikan ibadah umrah pada Ramadhan kemarin, tetapi keburu tak bisa berangkat, karena Indonesia memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan Pemerintah Arab Saudi menutup sementara penerimaan tamu dari luar negara mereka, baik untuk menunaikan ibadah umrah maupun naik haji.

Padahal, tegasnya, semua persyaratan untuk pemberangkatan jamaah itu sudah terpenuhi, mulai dari pembiayaan, perlengkapan, perizinan, dan dokumen-dokumen yang diperlukan. Calon jamaah itu, tambah Amiruddin, juga sudah mengikuti pembekalan umrah sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Menurutnya, akibat ditundanya izin melaksanakan umrah bagi jamaah dari Indonesia oleh Pemerintah Arab Saudi, kini perusahaan yang dikelolanya itu benar-benar tiarap. Hampir semua aktivitas terhenti sama sekali.

Padahal sebelum pandemi ini melanda, perusahaan yang dia kelola bersama istri, hampir setiap tahun memperoleh penghargaan dari pusat perusahaan PT Rizkya Amanah Mandiri, karena Cabang Padang Panjang setiap tahun tercatat sebagai cabang terbanyak memberangkat jamaahnya di wilayah Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

“Kini kita coba diversifikasi usaha. Kita kelola perjalanan wisata reliji di dalam negeri. Tujuan utamanya adalah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Alhamdulillah, sudah ada rombongan yang diberangkatkan. Insya Allah, diversifikasi usaha ini akan terus kita tingkatkan,’’ tuturnya.

Pada 1 November 2020 lalu, Pemerintah Arab Saudi memberi izin kepada jamaah asal Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah. Hal itu, menurut Amiruddin memberi harapan baru bangkitnya perusahaan perjalanan umrah.

Sebanyak 359 jemaah umrah asal Indonesia berhasil berangkat ke Arab Saudi pada 1, 3, dan 8 November 2020. Sayangnya, setelah itu Arab Saudi kembali menutup sementara izin bagi jemaah asal Indonesia dan menunda dulu memberikan visa masuk.

Penutupan kembali bagi jemaah asal Indonesia, menurut pihak Arab Saudi, karena ditemukan 13 orang jemaah asal negeri ini yang konfirmasi positif Covid-19, setelah dilakukan tes PCR oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Pihak Arab Saudi sedang melakukan evaluasi dan pengaturan ulang penyelenggaraan ibadah umrah. Proses visa masih ditutup,’’ kata Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kementerian Agama RI Oman Fathurahman, beberapa waktu lalu.

Menurut Oman, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kementerian Agama RI, ada sejumlah temuan yang didapat dalam proses pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi ini. Temuan tersebut, katanya, diidentifikasi ketika pihaknya melakukan koordinasi dan pengawasan pada 9 November 2020 ke Arab Saudi. (*)