oleh

BLK Padang Dukung Minang Coffee Festival 2018

Balai Latihan Kerja (BLK) Padang bersama Angkuno Koffie dan KLC indonesia mengadakan event Minang Coffee Festival 2018. (ist)

PADANG – Balai Latihan Kerja (BLK) Padang bersama Angkuno Koffie dan KLC indonesia mengadakan event Minang Coffee Festival 2018.

Event yang resmi dibuka Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kamis (25/10) itu diadakan di convention center BLK Padang.

“Sumbar merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.Bahkan ada beberapa perkebunan kopi di Sumbar yang memiliki cita rasa yang unik dan disukai oleh pecinta kopi dari berbagai daerah. Selain itu, biasanya festival kopi ini biasanya diadakan di hotel-hotel berbintang. Jadi acara ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di lembaga pemerintahan, yakni di BLK Padang,” ujar Pembina Minang Kopi Festival, Herman Rasyid.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut bukan hanya workshop dan festival tapi juga sebagai pembelajaran bagi peserta di BLK Padang yang ingin belajar untuk meracik kopi. Semoga kegiatan ini, kata Herman, dapat menjadi kegiatan rutin.

Di sisi lain ia menjelaskan, tujuan dari Minang Coffee Festival 2018 ini fokus pada 5 hal, yakni Pembelajaran (Lesson Learn), Pengembangan Nama (Branding), Kompetisi dan Relasi (Competition dan Relation), Tantangan (Challenge) dan Inovasi (Inovation).

Sementara itu, Kepala BLK Padang, Syamsi Hari mengungkapkan, BLK Padang mendukung adanya kegiatan tersebut.Selain dapat menambah kemampuan dan keahlian yang berpotensi juga membuka apangan kerja dan dilatih oleh tenaga pengajar yang potensial.

“Kegiatan ini kita dukung untuk diadakan. Bahkan kita berencana untuk membuka kelas pelatihan barista kopi tahun depan,” ujar Syamsi Hari.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BLK Padang karena telah menyelenggarakan kegiatan Minang Coffee Festival 2018. Kegiatan ini berkesempatan untuk membuka lapangan usaha bagi masyarakat yang hobi kopi. Tentunya hal ini dapat mengurangi pengangguran yang ada di Sumbar dengan dibukanya usaha kopi oleh masyarakat,” kata Wagub Nasrul Abit.

Ia mengungkapkan, Padang termasuk daerah yang memiliki angka pengangguran tertinggi di Sumbar. Jadi diharapkan, dengan adanya kegiatan dan pelatihan ini akan membuka peluang usaha lainnya yang bisa membantu mengurangi angka pengangguran. (arief)

Berita Terkait