oleh

BNPB Bantu Penanganan Banjir Limapuluh Kota Rp500 Juta

LIMAPULUH KOTA – BNPB memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 500 juta kepada pemerintah daerah setempat untuk penanganan darurat bencana banjir pada Kamis (12/12) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat.

Pada Kamis malam (12/12) Kepala BNPB Doni Monardo menyerahkan bantuan DSP tersebut kepada Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi. Penyerahan disaksikan Wakil Gubernur Sumatera Barat di Pos Komando Posko) Utama Jorong Kumbang Pasau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Sebelum menyerahkan bantuan, Doni berkesempatan berbincang dengan para penyintas.

Salah seorang penyintas di Posko Jorong Kumbang Pasau menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dari pemerintah. Warga terdampak tersebut juga mengharapkan pembuatan bronjong di daerah aliran sungai agar mereka tidak kebanjiran lagi.

Banjir yang melanda Kabupaten Lima Puluh terjadi sejak Senin lalu (9/12) dan berdampak pada enam kecamatan. Kecamatan yang terendam yaitu Kecamatan Payakumbuh, Suliki, Harau, Mungka, Pangkalan dan Lareh Sago Halaban. Pemerintah daerah menetapkan status masa tanggap darurat berlangsung selama 7 hari, terhitung pada 10 -16 Desember 2019.

Sehubungan dengan penanganan banjir, Doni menjelaskan bahwa langkah awal adalah normalisasi sungai. ‘Normalisasi ini tidak hanya di hilir tapi di hulunya juga karena percuma jika hanya hilir dilakukan tanpa melihat di hulu. Jadi kita harus mengetahui ke seluruhan penyebabnya dahulu,” jelasnya.

Selain DSP, BPBD Provinsi Sumatera Barat memberikan bantuan sarung 80 lembar, 20 boks makanan siap saji, 20 boks family kits, 1 tenda keluarga, 20 unit velbed, 2 paket perlengkapan dapur dan 50 unit terpal. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.

Setelah kunjungan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kepala BNPB akan menuju ke Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, yang juga terdampak banjir. Kepala BNPB berencana untuk menyerahka bantuan DSP dan logistik kepada korban bencana banjir di kabupaten tersebut. (rel/rin)

Loading...

Berita Terkait