Tak Berkategori  

BPBD Padang Pastikan Lebih Banyak Sekolah yang Patuh Prokes

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Padang, Henry. (tangkapan layar)

PADANG – BPBD Padang tetap memantau pelaksanaan protokol kesehatan sejak belajar tatap muka di sekolah-sekolah kembali dilaksanakan. BPBD ingin memastikan bahwa kewajiban menerapkan prokes memang dilaksanakan dengan baik di tiap sekolah.

“Hasilnya kami temukan lebih banyak yang patuh pada prokes. Walaupun memang ada juga yang tidak disiplin,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Padang, Henry.

Dia menceritakan pernah saat melakukan sidak ke sekolah-sekolah ada guru yang tidak memakai masker. Alasannya, karena posisi jauh dari murid-murid. Bahkan, banyak pula murid-murid yang tidak memakai masker dengan benar, masker tidak menutup hidung dan mulut, melainkan di dagu.

“Terutama pula banyak kami temukan siswa-siswa yang tidak langsung pulang ke rumah setelah sekolah selesai. mereka justru berkumpul dan bermain-main. Ini terjadi karena orangtua tidak langsung menjemput siswa. Padahal menjemput siswa pulang adalah sebuah keharusan,” ujarnya.

Bahkan, tambah Henry, tim satgas covid 19 Kota Padang memberikan penyuluhan pada siswa-siswa yang konvoi dan berkumpul-kumpul di kawasan wisata Pantai Padang sepulang sekolah.

“Ini perlu menjadi perhatian para orangtua,” ujarnya.

Dia mengatakan, penerapan prokes di sekolah saja sebenarnya tidak cukup. Hal tersebut wajib. Namun perlu pula ada kedisplinan dari orangtua untuk memberikan contoh yang baik pada anak-anak mereka. Misalnya jika orangtua malas memakai masker atau memakai masker dengan cara yang tidak benar, maka anak juga akan seperti itu.

“Jika orangtua membiarkan anak tidak langsung pulang setelah sekolah usai maka percuma saja prokes di sekolah diterapkan. Mereka bisa tertular di luaran saat berjalan-jalan dan berkumpul-kumpul,” ujarnya.

Oleh karena itu, Henry menegaskan semua pihak punya andil untuk memastikan proses belajar tatap muka bisa berjalan dengan baik dan tidak berdampak pada para siswa dan guru terinfeksi Covid-19.

“Sudah ada satu sekolah yang kami tutup karena kasus tersebarnya Covid-19 di sekolah itu. Kami tidak ingin hal tersebut terjadi lagi,” ujarnya.

Dia mengatakan, mau tidak mau memang sekarang sekolah tatap muka masihlah percobaan. Namun bukan tidak mungkin akan dilanjutkan kembali sesuai interuksi dari pemerintah pusat. Untuk itu, dia meminta sekolah untuk optimalkan dan perketat pelaksanaan prokes masing-masing. Selain juga para orangtua memberikan edukasi tentang pentingnya 3M pada anak-anaknya. Begitu pula dengan Dinas Pendidikan memaksimalkan pengawasan pada sekolah-sekolah.

“Semuanya harus bekerja dengan optimal,” tegasnya. (titi)