BPOM: Permen Mengandung Narkoba di Solok Hoax

Kantor BPOM (net)

PADANG – Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi RSUP M. Djamil, Gustafianof mengakui pihaknya sedang merawat seorang anak berusia 7 tahun yang dirujuk dari RSUD Solok, tetapi belum ada kesimpulan medis terkait penyebabnya.

“Pasien asal Solok itu memang masuk ke Djamil dengan kondisi kesadaran menurun. Apa penyebabnya belum bisa dipastikan, karena kami baru melakukan pemeriksaan tes kesehatan secara menyeluruh hari ini,” ujarnya, Senin (12/3).

Pasien tersebut masuk ke Djamil Sabtu lalu. Diagnosa yang diberikan pihak RSUD Solok hanya kondisi kesadaran menurun, dengan riyawat kejang-kejang.

“Tapi apa penyebab pasien kejang-kejang belum pasti. Apakah memang karena mengkonsumsi sesuatu atau karena hal lain. Ini yang sedang kami periksa. Hasilnya akan diketahui besok,” sambung Gustafianof.

Sementara Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendrik menjelaskan pihaknya langsung menurunkan tim untuk mengambil sampel permen yang disebut mengandung narkoba.

“Kami mendapat info terkait kasus tersebut Jumat lalu dari pihak kepolisian. Hari itu juga saya perintahkan tim turun. Hasil dari uji labor permen dimaksud negatif dari unsur narkoba,” terang Martin.

Disebutkannya, hasil uji labor baru keluar Senin (12/3), karena itu pihaknya memastikan permen yang diduga mengandung narkoba tersebut negatif dari zat berbahaya. “Adanya kasus ini menambah daftar berita hoax yang beredar di masyarakat. Karena itu masyarakat harus berhati-hati ketika mendapatkan sebuah informasi,” terang Martin. (yuke)