Tak Berkategori  

BRI Padang Salurkan Rp140 Miliar KUR Super Mikro

BRI Kanwil Padang salurkan Rp140 miliar KUR Super Mikro. (antara)

PADANG – BRI Kantor Wilayah Padang telah menyalurkan senilai Rp140 miliar Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro atau bunga 0 persen yang tersebar di wilayah Sumatera Barat dan Sungai Penuh Kerinci, Jambi.

“Hingga Oktober 2020, KUR super mikro sudah tersalurkan 100 persen. Kemungkinan ada penambahan target ditunggu arahan dari kantor BRI pusat,” kata Pimpinan Wilayan BRI Padang Wahju Hidajat di Padang, Rabu.

Menurutnya cepatnya pencapaian target penyaluran itu karena cukup diminati masyarakat disaat pandemi COVID-19, apalagi prosesnya tanpa agunan dan cukup hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Keterangan Usaha (SKU). Kemudian usaha belum sampai enam bulan tetap diperbolehkan untuk meminjam dalam program KUR Super Mikro tersebut.

Selain itu, nasabah mendapatkan relaksasi kredit atau ditetapkan bunga 0 persen hingga 31 Desember 2020, dan baru mulai membayar bunga pada Januari 2021 sebesar 6 persen.

Program ini bentuk komitmen pemerintah melalui Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menetapkan skema KUR Super Mikro, yang utamanya ditujukan untuk pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Ibu Rumah Tangga yang menjalankan usaha produktif.

Dalam realisasi, kata Wahju, masyarakat yang memanfaatkan program KUR Super Mikro dominan Ibu Rumah Tangga (IRT) dan ada juga masyarakat yang mengalami Pemutuhan Hubungan Kerja (PHK) dampak COVID-19.

Wakil Pemimpin Wilayah Bisnis Misnadin menambahkan, besaran maksimun kredit Rp10 juta tetapi yang banyak pinjaman skala Rp2 juta dan Rp3juta, umumnya IRT atau pelaku usaha gorengan, penjual sayur gerobak dan penjual nasi goreng.

Ketentuan untuk mendapatkan KUR Super Mikro, bagi masyarakat yang belum pernah punya pinjaman di bank (unbankable) karena kebijakan program ini ditentukan demikian oleh pemerintah.

Misnadin mengungkapkan, penyaluran kredit terbanyak di bawah Kanwil BRI Padang, yakni di BRI Cabang Solok (membawahi Solok kota, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan) dengan jumlah mencapai Rp22,1 miliar dan Cabang Padang Rp19,6 miliar.

Nasabah yang sudah memenuhi persyaratan dan telah dilakukan verifikasi sehingga dapat dicairkan kredit sesuai yang diajukan tersebut, namun setelah dapat pinjaman tetap dapat pendampingan dan edukasi dari tenaga pemasar mikro BRI atau Mantri BRI.

“BRI Wilayah Padang punya 737 orang marketing dan analisis mikro (Mantri) yang tersebar di kantor cabang dan BRI Unit, mereka sudah mengenal potensi wilayah, sehingga punya peran penting dalam membina pelaku usaha kecil,” ujarnya.

Harapan, tambahnya, dengan adanya program restrukturisasi ini usaha pedagang kecil bisa berkembang, dapat menggerakan ekonomi kerakyatan dan berpotensi menjadi calon nasabah komersial BRI di masa mendatang. (ant/mat)