Tak Berkategori  

Buka Kantor Cabang di Ibukota

 

ACI INDRAWADI

Hampir seluruh sektor terdampak pandemi Covid-19. Tak hanya kesehatan, sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian.

Bahkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Sebelumnya, pada kuartal I 2020, BPS melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh sebesar 2,97 persen, turun jauh dari pertumbuhan sebesar 5,02 persen pada periode yang sama 2019 lalu.

Rendahnya sektor rumah tangga mengalami tekanan dari sisi konsumsi, karena aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang, sehingga daya beli pun menurun. Tak hanya itu, sektor rumah tangga juga kehilangan pendapatan karena tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Tetapi data dan analisa itu terkesan lain diterjemahkan seorang Defika Yufiandra. Faktanya, di tengah kemerosotan ekonomi tersebut termasuk bidang jasa, Managing Kantor Hukum Independen (KHI) ini malah buka kantor cabang di Jakarta, tepatnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan sejak dua bulan lalu.

Ditemui di kantornya di Jalan Aur Duri Indah, Padang akhir pekan lalu Adek panggilan akrabnya tertawa saja saat disebutkan risiko mengembangkan bisnis di masa pandemi ini. “Siapa yang tidak terdampak pandemi Covid. Semua terdampak, jasa pengacara pun dari sisi bisnis juga terpukul,” katanya mulai serius.

Bahkan mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat ini sempat merasakan kondisi tertekan dari sisi ekonomi di awal-awal berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dulunya. Betapa tidak, hampir seluruh aktivitas masyarakat, apalagi perkantoran dibatasi. “Makan tabungan, hehe,” katanya sedikit bercanda.

Seiring diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB) kondisi sosial dan ekonomi agak mengeliat, walaupun masih jauh dari normal. “Alhamdulillah lah. Yang penting itu aktivitas di kantor bisa tetap menggeliat,” lanjutnya.

Dari rentetan perjalanan itu, ia mulai berfikir untuk mensiasati agar tekanan-tekanan dari sisi bisnis kantor jasa itu tidak terulang kembali. Ia pun mantap berkantor di Jakarta. “Dibilang ekspansi tidak juga. Toh, selama ini kita tetap melayani klien-klien dari beberapa perusahaan, lembaga atau pun perorangan di Jakarta. Mungkin tepatnya lebih mendekatkan diri. Soal rezeki kan Tuhan yang mengatur,” ulas pria asal Pariaman kelahiran 1988 silam ini.

Di sini kejelian seorang Adek. Menurutnya, imbas pandemi corona telah membuat banyak perusahaan maupun lembaga berbadan hukum bermasalah yang membutuhkan jasa lawyer dalam penyelesaiannya, seperti pailit, masalah kredit, tenaga kerja dan banyak lagi lainnya. “Perusahaan dan lembaga-lembaga seperti tentu paling banyak dan berpusat di ibukota negara. Saya melihat peluangnya di sana,” tuturnya.

Tetapi langkah Defika itu bagi sebagian orang, terutama yang mengenalnya bukan hal asing. Di usia yang baru 26 tahun ia memberanikan diri maju sebagai Calon Ketua KNPI Sumbar. Ia pun terpilih, dan jadi Ketua KNPI termuda di Indonesia waktu itu. Di Sumatera Barat, pertama dia terpilih secara aklamasi.

Kemudian di saat sejumlah rekan-rekannya berlomba-lomba bekerja di pemerintahan, BUMN dan perusahaan swasta, ia mengambil jalan mendirikan kantor hukum sendiri dengan bendera KHI. Di sela itu, ia juga mendorong didirikannya beberapa perusahaan yang dikelola beberapa kawan-kawannya yang tetap eksis hingga sekarang.

“Saya hanya berprinsip mimpi-mimpi itu akan tercapai jika dibarengi dengan usaha keras dan disertai nilai-nilai integritas. Tentu dengan izin Yang Maha Kuasa,” tutur ayah dua putra itu.

Tokoh muda ini juga mengajak anak-anak muda Sumbar tetap berkreativitas sesuai ilmu dan keterampilan meskipun di tengah pandemi. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan kondisi apalagi di tengah pandemi dengan segala resikonya. Pemerintah juga diharapkan memberikan stimulus kepada anak-anak muda agar kreativitasnya dalam berusaha, sehingga tetap bertahan dan berkembang.

“Saya juga mengajak kepada masyarakat secara umum, agar dalam kehidupan sehari-hari mematuhi protokol kesehatan, sehingga pandemi ini lebih cepat berakhir, sehingga aktivitas kehidupan dapat berjalan normal lagi,” tutupnya. (*)