Bukti Sejarah, Pembangunan Monumen PDRI Dilanjutkan Kembali 

×

Bukti Sejarah, Pembangunan Monumen PDRI Dilanjutkan Kembali 

Sebarkan artikel ini
Nasrul Abit saat rapat kelanjutan pembangunan Monas PDRI, Senin 9 Desember 2019. (ist)

“Sangat penting karena PDRI ini adalah Pemerintahan Darurat Indonesia. Kita dulu pernah tanpa ada pemerintahan. Orang (bangsa lain) menyangka Indonesia sudah bubar. Ternyata, ada di Bukittinggi. Ini, bagian dari sejarah Indonesia yang harus kita tuntaskan pembangunannya. Ini adalah bukti sejarah bahwa Sumatera Barat dalam hal ini, Kota Bukittinggi, Limapuluh Kota, Agam dan Solok Selatan waktu itu, bersatu. Lokasinya di tempat sekarang (Nagari Koto Tinggi). Pernah Bukittinggi menjadi Ibukota Republik tercinta ini,” kata Nasrul Abit usai menggelar rapat kelanjutan pembangunan Monas PDRI, Senin 9 Desember 2019.

Lebih lanjut, Nasrul Abit mengatakan, dalam rapat itu, Kesbangpol menyampaikan informasi bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ingin menyerahkan aset Monas PDRI itu ke Pemerintah Provinsi. Bahkan, pengelolaannya juga diserahkan ke Sumbar. “Namun, tentu kita akan lihat dulu bentuk suratnya seperti apa. Saya minta surat tertulis dari Kemendikbud bahwa aset itu diserahkan ke Provinsi,” katanya.

“Nah, sekarang aset itu tanahnya milik pemerintah Kabupaten. Untuk itu, saya minta telusuri dulu karena tanah lokasinya ada dua lokasi. Satu lokasi 20 hektare yang sudah bersertifikat dan 30 lagi belum bersertifikat. Kita minta dulu Bupatinya menyerahkan ke kita dengan memastikan terlebih dahulu kalau dari pusatnya memang diserahkan ke provinsi. Jadi, untuk itu saya anjurkan dulu rapat dengan Kemenkumham. Rapat ketemu lagi dengan kebudayaan apakah benar diserahkan ke Provinsi. Pada dasarnya, Provinsi bisa dan tidak ada masalah,” ujar Nasrul Abit.

Jika pembangunan sudah selesai, Nasrul menganjurkan agar TNI juga dapat dilibatkan dalam hal pemakaian dan pemeliharaan. Bisa saja semacam asrama atau untuk tempat latihan bela Negara. TNI juga diusulkan berkantor di sana sekaligus bisa memelihara Monas dan tugu PDRI. (rin/*)