oleh

Buntut Kerusuhan, PT IJM Mengalami Kerugian Rp2 Miliar

Warga memutus salah satu jalan menuju basecamp PT IJM. (chandra firman)

PASAMAN – Pihak PT Inexco Jaya Makmur (IJM) akhirnya angkat bicara pasca kerusuhan yang dialaminya. Kepada awak media, pelaksana lapangan perusahaan, Edward mengaku sangat menyayangkan kejadian di luar dugaan tersebut.

Pasalnya, Edward menilai kejadian ini hanya kesalahpahaman, mengingat semua peraturan, izin bahkan permintaan masyarakat telah dipenuhi oleh perusahaan. Baik itu sesuai aturan maupun ikatan emosional lainnya.

“Kami sangat menyayangkan hal ini terjadi. Untuk itu kami menyerahkan segala permasalahan dalam kericuhan ini kepada pihak berwajib,” kata Edward, Kamis (24/5).

Ia mengaku, atas tindakan ini pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp2 miliar lebih atas fasilitas produksi yang rusak parah, seperti bangunan processing plant berikut peralatan dan perlengkapan produksi di dalamnya, kemudian beberapa unit power generator dan fasilitas mess karyawan.

“Cukup banyak kerugian kami atas kejadian ini. Kami tidak illegal, semua aturan kami jalankan. Namun ini yang kami dapat. Untuk itu ke depannya kami dari pihak perusahaan berharap komunikasi antara kami, pemerintah daerah dan masyarakat lebih terjalin dan terbuka,” kata Edward.

Diceritakan Edward, awal kisruh tersebut bermula saat salah satu kelompok masyarakat yang merupakan suplier bahan baku bangunan mengantarkan semen pesanan perusahaan. Di tengah perjalanan, terjadi kericuhan antara supplier dan masyarakat yang diduga bertindak anarkis.

“Namun kejadian siang hari tersebut berbuntut lebih panjang, dimana PT IJM memperoleh informasi akan adanya upaya penyerangan ke fasilitas basecamp PT IJM. Hingga kami memghubungi pihak Polres dan TNI. Upaya kelompok tersebut berhasil digagalkan oleh aparat gabungan dari Polres Pasaman dan Kodim 0305 Pasaman hingga berujung diamankannya puluhan bom molotof dan senjata tajam dari kelompok anarkis tersebut. Tapi semua malah meruncing hingga akhirnya massa menjarah dan membakar basecamp PT. IJM serta memutus beberapa jalan menuju basecamp pada Rabu (23/5) siang. Hal ini sangat merugikan kami, apalagi sampai Kamis (24/5) massa masih memblokir jalan, ” imbuh Edward.

Edward berharap permasalahan ini dapat segera dilakukan investigasi yang mendalam, khususnya oleh pemerintah daerah Pasaman maupun pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Sejatinya konsesi pertambangan emas milik PT IJM ini merupakan tambang emas pertama di Sumatera Barat yang beroperasi dengan memiliki aspek legalitas yang komplit. Perseroan terus berupaya untuk mengikuti dan memenuhi segala regulasi yang terkait dengan pertambangan. Insiden ini sangat disesali karena telah mencoreng upaya pemerintah terkait investasi di Indonesia. Kami berharap ada titik terangnya,” tandas Edward. (chan)

Loading...

Berita Terkait