Burmalis Ilyas dan Minangkabau Diaspora: Catatan Dirwan Ahmad Darwis

×

Burmalis Ilyas dan Minangkabau Diaspora: Catatan Dirwan Ahmad Darwis

Sebarkan artikel ini
Dirwan Ahmad Darwis (ist)

Hal ini hanya bisa terjadi jika seseorang itu punya passion, karena ia menikmati pekerjaan/kegiatan itu, dan di sinilah kesitimewaan Burmalis. Ia menikmati kegiatan travel sambil membawa misi MDNG mengunjungi komunitas-komunitas Minangkabau, termasuk bertemu, berbincang dan berkenalan dengan tokoh-tokoh, tanpa terlihat memanfaatkan itu untuk kepentingan usahanya. Usaha Burmalis sendiri bergerak dalam bidang ditribusi migas, ia punya beberapa buah pom bensin, penginapan/home-stay dan biro perjalanan.

Korban perasaan? Itu sudah pasti, karena itu adalah dinamika berorganisasi, apa lagi dalam masyarakat Minangkabau yang terkenal sangat kritis, yang tidak tahan pasti akan terpental sendiri. Tapi selagi tidak memanfaatkan organisasi untuk tujuan bisnis dan politik semata, biasanya itu lebih aman, kecuali ada pihak lain yang akan mengambilalih untuk kedua tujuan tadi, itu sudah lain cerita.

Belakangan, khususnya selama pandemi Covid-19 melanda, MDNG muncul dengan pendekatan baru, menyapa dan merangkul masyarakat Minangkabau dunia/global (ranah dan rantau), menyajikan berbagai informasi melalui sejumlah webinar dengan topik yang beragam. Tampilnya tokoh pendidikan nasional Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Indonesia 2010-2011 memainkan peranan sebagai moderator dalam setiap acara yang berdurasi rata-rata empat jam itu, semakin memperkokoh peranan MDNG sesuai visi dan misinya.

Meskipun ada suara-suara yang mengatakan sudah waktunya MDNG untuk berbuat serta mengurangi acara-acara webinar, tapi itu adalah suara-suara masyarakat yang kurang memahami arti pentingnya jaringan informasi berunsur pendidikan, karena bagi yang cerdas melihatnya di sanalah letaknya peluang. Pada dasarnya webinar-webinar itu adalah kegiatan yang sangat bermanfaat terutama terhadap generasi muda Minangkabau masa depan, lagi pula kritik dan suara-suara seperti itu juga diperlukan sebagai cerminan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan MDNG.

Terakhir sebagai saran kepada MDNG, dari sekian banyak webinar yang sudah diadakan dalam mengisi kegiatan selama pandemi, agar informasi tidak hilang begitu saja (karena tidak semua orang mau dan mampu memanfaatkan youtube), maka alangkah eloknya kalau setiap acara itu diringkas atau dibuatkan laporan/prosiding-nya. Sehingga pada saatnya nanti bisa dibukukan dan disebarkan ke tengah masyarakat terutama untuk konsumsi dunia pendidikan (SLTA dan Perguruan Tinggi), saya yakin buku itu nanti bisa dijadikan sebagai rujukan.

Hal ini tentu perlu team yang mampu mengemas semua informasi menjadi sajian yang bermanfaat sesuai bidang/isu yang diapungkan sebagai sumbangan dari MDNG. Namun begitu, ini jelas perlu biaya dan dalam hal ini Burmalis Ilyas tentu tidak perlu merogoh kantong pribadi, tapi di sinilah kita akan lihat peranan dan sumbangan tokoh-tokoh Minangkabau yang kaya dan berduit itu.

Tulisan ini hanya sekadar menyuarakan satu penghargaan kepada orang-orang yang sudah berbuat terhadap MDNG selama ini yang diwakili adinda Burmalis dan Uda Fasli Jalal. Terima kasih.

(Kuala Lumpur, Senin 17 May 2021. Selamat Aidil Fitri mohon maaf zahir dan bathin!)