oleh

Cekcok Uang Tips Berujung Pembunuhan Gadis Cantik

Tersangka Yustian digiring petugas (okezone.com)

JAKARTA – Polisi membongkar fakta-fakta baru kasus pembunuhan pemandu lagu Ciktuti Iin Puspita oleh sepasang kekasih, Yustian dan Nissa Regina di kamar indekos kawasan Mampang, Jakarta Selatan.

Awalnya, pelaku dan korban mendatangi sebuah tempat hiburan malam atau karaoke. Mereka sudah janjian dengan empat orang pelanggan untuk berkaraoke di tempat hiburan malam tersebut.

“Bukan di tempat kerja mereka, tapi di tempat lain. Tempatnya masih kami dalami. Mereka janjian dengan 4 orang yang mau nyari hiburan, lalu nyanyi,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar di lokasi kejadian, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (23/11).

Indra menduga, kemungkinan 4 pelanggan itu memberikan tips kepada Iin Puspita yang kemudian tidak dibagi secara rata dengan Nissa Regina. Pasalnya, Nissa hanya dikasih Rp500 ribu, sedangkan total yang diberikan tamunya senilai Rp1,8 juta.

“Pelaku ini berharap mendapatkan uang lebih lagi dari korban, sampai menuduh korban ini mungkin merekayasa uang itu dan semacamnya,” tuturnya kepada okezone.

Berawal dari tips itulah cekcok terjadi antara korban dan pelaku yang kebetulan tinggal satu kamar. Pasangan kekasih itu sempat diusir dari kos-kosan saat karena selalu mengungkit uang tips. “Mereka ini belum mau pindah karena dengan uang Rp500 ribu itu belum cukup buat pindah sehingga mereka mengharapkan lebih (dari uang tips yang diterima korban-red),” imbuhnya.

Adu mulut terus terjadi, hingga akhirnya korban menendang pintu kosnya. Bahkan, Iin sempat melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku. “Masih untung dikasih Rp500 ribu, daripada tidak sama sekali,” kata Indra menirukan ucapan korban berdasarkan keterangan pelaku.

Mendengar ungkapan seperti itu, kedua pelaku mendadak beringas karena tersinggung. Mereka langsung memukul korban menggunakan palu hingga akhirnya tewas dan mayatnya disimpan ke dalam lemari untuk menghilangkan jejak. Yustian sendiri adalah warga Sumatera Selatan dan Nissa berasal dari Padang. Mereka ditangkap saat menuju padang menggunakan bus di Jambi. (aci)

Loading...

Berita Terkait