Tak Berkategori  

Covid-19 untuk Ketiga Kali Meledak di Rutan Batusangkar

TANAH DATAR – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II b Batusangkar, untuk ketiga kalinya meledak menjadi klaster penularan Covid-19.

Kali ini dilaporkan, 12 orang warga terpapar dari 78 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar.

Pertama kali, klaster penularan Covid-19 di rumah tahanan itu pada Rabu (5/5) dengan 44 orang warga binaan dan sembilan petugas dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan kedua terjadi pada Minggu (9/5) dengan 30 kasus, terdiri dari 25 warga binaan, tiga petugas, dua hasil skrining kontak erat dengan rutan.

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar Muharwan menjelaskan, selain dari klaster rutan, temuan konfirmasi positif Covid-19, Minggu (1/8), juga ada dokter, bidan, perawat dan tenaga kesehatan lainnya sebanyak lima orang; ASN, polisi, tentara, dan pensiunan 19 orang.

Balita, anak-anak, pelajar, mahasiswa, guru dan dosen terkonfirmasi 20 orang, ibu rumah tangga delapan orang; karyawan swasta, BUMN, dan wiraswasta sembilan orang, dan petani sebanyak empat orang.

‘’Selain tambahan kasus konfirmasi positif, pada hari yang sama kita juga menambahkan jumlah pasien yang sembuh atau kembali negatif sebanyak 21 orang,’’ kata Muharwan

Untuk sebaran kasus per nagari, Muharwan menjelaskan, warga terkonfirmasi positif itu berasal dari 19 nagari, meliputi Batu Bulek, Limo Kaum, Baringin, Cubadak, Lubuak Jantan, Tabek Patah, Lawang Mandahiliang, Pagaruyuang, Koto Tangah, Saruaso, Simabur, Simpuruik, Tanjuang Alam, Batu Basa, Barulak, Sungayang, Padang Gantiang, Sungai Tarab, dan Nagari Taluak.

Muharwan mengatakan, total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar 3.693 orang; sebanyak 120 orang meninggal, 2.771 sembuh, 712 isolasi mandiri, dan selebihnya menjalani perawatan pada sejumlah rumah sakit di Padang, Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Batusangkar, dan Solok. Jumlah yang dirawat di rumah sakit itu mencapai 96 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita Zedrianis beberapa waktu lalu mengatakan, untuk memutus rantai penularan Covid-19, pihaknya meningkatkan upaya pelacakan terhadap kontak erat setiap ditemukan kasus konfirmasi positif.

Selain testing, tracing, dan tracking, pihaknya juga mengintensifkan pelaksanaan vaksinasi bagi semua unsur masyarakat. Vaksinasi dipusatkan di beberapa tempat, di antaranya di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar dan sejumlah puskesmas yang ditunjuk. Vaksinasi juga dilakukan melalui kerjasama dengan jajaran kepolisian dan TNI.

Untuk menangani pasien yang menjalani isolasi mandiri, Yesrita mendesak agar setiap nagari menyiapkan rumah isolasi terpusat, karena pelaksanaan isolasi mandiri di rumah masing-masing pasien, selain tidak memenuhi standar, juga dikhawatirkan akan menular ke penghuni rumah lainnya.

Hal yang sama juga pernah ditegaskan Bupati Eka Putra. Nagari, sebut Eka, harus segera merealisasikan rumah isolasi di bawah koordinasi camat dan jajaran terkait lainnya.

‘’Semua pihak harus terlibat dalam usaha memutus rantai penularan Covid-19 ini. Bersama kita wujudkan nagari kuat dalam penanganan Covid-19. Kalau nagari kuat, tentu daerah kita akan kuat dan tangguh menghadapi pandemi ini,’’ katanya.(211)