oleh

DAK Pendidikan Padang Rp36 Miliar, Pembangunan Jamban Sekolah Jadi Prioritas

PADANG – Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Padang tahun 2019 mencapai Rp36 miliar. Angka itu jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Pembangunan jamban atau toilet sekolah mendapatkan prioritas dalam DAK tersebut yang dialokasi sebesar Rp1,27 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius diwakili Sekretarisnya, Danti Arvan menjawab Singgalang di Padang, Selasa (15/10) menyebut, dalam DAK tahun ini, porsi jamban atau WC sekolah mendapatkan perhatian untuk mewujudkan sekolah religius di samping sekolah sehat.

Sekolah Dasar paling banyak mendapatkan jatah pembangunan toilet sekolah, yaitu sebanyak 118 toilet. Sedangkan untuk SMP hanya 1 toilet. Artinya, kondisi toilet di SD yang kondisinya memprihatinkan dalam sisi sanitasinya. Setiap satu ruang toilet anggarannya Rp7 juta.

Jamban yang dibuat dengan konsep terpisah antara laki-laki dan perempuan. Prisip seperti ini harus ditanamkan di sekolah, supaya para siswa pun bisa semakin memahami adat dan norma agama.

“Perbandingan jamban siswa laki-laki dengan perempuan berbeda dari segi jumlahnya. Artinya, satu jamban perempuan lebih sedikit bisa melayani. Sebab, siswa perempuan membutuhkan waktu yang cukup lama berada di toilet. Apalagi, bila siswa tersebut sudah memasuki menstruasi,” ujar Danti.

Selanjutnya, Danti mengatakan, dalam program full day school sangat dibutuhkan jamban yang cukup dan higinis karena siswa shalat di sekolah.

Ditambahkannya, pihak sekolah pun juga harus semakin menjaga kebersihan jamban tersebut dengan menanamkan sikap menjaga lingkungan bersih kepada siswa. Kemudian, juga melaksanakan gontong royong bersama minimal sekali dalam seminggu.

Lebih jauh, disebutkan Danti Arvan, DAK Kota Padang terdiri atas pembangunan fisik dan non fisik serta Pendidikan Non Formal. Pembangunan fisik berupa rehab kelas dan bangun Ruang Kelas Baru (RKB).

Jatah alokasi anggaran paling banyak untuk SD dengan alokasi Rp21,8 miliar dan SMP sebesar Rp11,7 miliar dan pendidikan non formal sebesar Rp2,5 miliar. (syawaldi)

Loading...

Berita Terkait