Tak Berkategori  

Danau Maninjau Makin Gawat, Tumpukan Limbah Capai 50 Juta Ton

Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau. (lukman)
Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau.  (lukman)
Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau. (lukman)

LUBUK BASUNG –  Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam semakin gawat. Hasil penelitian Balai Besar Wilayah Sungai dan Danau Sumatera, tumpukan limbah pakan ikan dan sedimen lainnya sudah mencapai 50 juta ton. Limbah dan sedimen itu menumpuk di dasar danau.

Dari kedalaman danau 200 meter, sekarang tinggal hanya 33 meter lagi. Setinggi 167 meter sudah dihuni tumpukan limbah pakan ikan dan sedimen lainnya.

Kegawatan Danau Maninjau itu terungkap dalam acara audensi antara Forum Masyarakat Adat Salingka Danau Maninjau (FMASDM) yang diketuai Sukirman Dt. Tumbijo dengan Komisi III DPRD Agam, Selasa (24/1) di Aula II DPRD Agam di Padang Baru Lubuk Basung.

Dari FMASDM, selain Sukirman Dt. Tumbijo, juga hadir tokoh muda wanita Popi Rajo Bintang, ninik mama Zulfan Dt. Tunaro, Walinagari Tanjung Sani, dan lainnya.

Dari informasi yang dihimpun Singgalang dalam pertemuan tersebut, PLN sudah melakukan upaya untuk menghanyutkan lumpur dan sedimen lainnya itu dari dasar danau dengan jalan membuka pintu air bagian bawah, namun tidak memberikan hasil. Sebab bentuk dasar Danau Maninjau itu melengkung seperti kuali.

Permasalahan lainnya, tumpukan sedimen itu sebagian besar sudah mengeras karena sudah begitu lamanya Keramba Jaring Apung (KJA) berkembang di Danau Maninjau. Untuk membersihkan limbah pakan ikan dan sedimen lainnya itu diperlukan pengerukan. (lmn)