Tak Berkategori  

Dari 250 Juta Penduduk RI, Baru 1,5% yang Akses Pasar Modal

Ilustrasi. (okezone)

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pasar modal untuk berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Salah satunya yaitu dengan memberikan edukasi dan literasi mengenai keuangan kepada masyarakat.

Direktur Manajemen Strategis dan Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Kantor Regional 1 Duma Reana Hutapea menyatakan, literasi dan inklusi masyarakat akan pasar modal masih rendah. Berdasarkan survei yang dilakukan OJK, baru sebanyak 1,55% orang saat yang mengakses (berinvestasi) pasar modal.

“Pada tahun 2016, baru ada sebanyak 1,3% dari 250 juta penduduk di Indonesia yang mengakses pasar modal. Di tahun sekarang naik jadi 1,5%. Sayangnya, ini berarti baru mengalami pertumbuhan yang sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa belum banyak masyarakat yang berinvestasi pasar modal,” ujar Duma dalam acara Grand Final MNC Nation 2019 di Jakarta pada Selasa (10/12).

Padahal, dia mengatakan bahwa pasar modal menjadi salah satu cara yang berpotensi besar dalam meningkatkan perekonomian negara. Apalagi, saat ini terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

Hal ini membuat negara membutuhkan sumber perekonomian baru. OJK melihat pasar modal menjadi sumber baru yang dapat menguntungkan.

Menurutnya, pendanaan melalui pasar modal menguntungkan dalam dunia usaha, baik pemilik perusahaan maupun orang yang menjadi investornya.

Duma berharap agar semakin banyak orang yang melek akan pasar modal. Diharapkan nantinya semakin banyak masyarakat yang berinvestasi di pasar modal untuk menaikkan perekonomian negara. (aci)