Tak Berkategori  

Data Satu Pasien Covid-19 Tanah Datar Dipindah ke Sawahlunto

Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar, Muharwan. (mus)

BATUSANGKAR – Kendati masih terjadi pertambahan kasus konfirmasi positif Covid-19, Kamis (5/11), namun tidak mempengaruhi akumulasi data di Kabupaten Tanah Datar. Tetap pada posisi 412 kasus.

‘’Akumulasi konfirmasi positif Covid-19 tetap 412 orang, kendati masih terjadi tambahan satu kasus baru. Sebabnya, setelah dilakukan validasi data bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, satu kasus konfirmasi kemarin pindah ke data Kota Sawahlunto,’’ kata Kasubag Humas Setdakab Tanah Datar, Muharwan.

Disebutkan, tambahan satu kasus konfirmasi baru dari Kabupaten Tanah Datar tercatat atas nama seorang laki-laki berusia 33 tahun, pekerjaan sehari-harinya sebagai pedagang. Ia merupakan warga Jorong Balai Akad, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuah.

Tambahan kasus konfirmasi mulai melandai, namun menurut Muharwan, Pemkab Tanah Datar tetap menghimbau semua elemen masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan dengan mengaplikasikan 3M dalam kehidupan sehari-hari.

‘’Disiplin dalam 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan mengurangi kontak fisik dengan cara menghindari kerumunan. Protokol Kesehatan merupakan salah satu strategi yang terbukti efektif dalam memutus rantai penularan Virus Corona yang menjadi penyebab penyakit Covid-19 itu,’’ ujarnya.

Muharwan menjelaskan, dari 412 kasus konfirmasi positif Covid-19 di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu, sebanyak 240 orang sudah dinyatakan sembuh atau kembali negatif, 14 orang meninggal dunia. Selebihnya menjalani perawatan di rumah sakit dan karantina di berbagai tempat.

Untuk yang menjalani perawatan, sebutnya, sebanyak tiga orang di RSUD Pariaman, dua orang di RSUP M. Djamil Padang, delapan orang di RSAM Bukittinggi, empat orang di RS Ibnu Sina Padang Panjang, lima orang di RSUD Padang Panjang, sembilan orang di RSUD M. Ali Hanafiah Batusangkar, dan tiga orang dirawat di RS Unand Padang.

Sedangkan yang menjalani karantina di PPSDM Baso tercatat empat orang, dan 120 orang isolasi mandiri. ‘’Masih ada suspek 22 orang, probable dua orang, dan pelaku perjalanan 17 orang,’’ ucapnya. (musriadi)