oleh

Dedi Salim Bezuk Nurleli  yang Kesusahan di Rumah Sakit

PARIAMAN – Dedi Salim, anggota DPRD Padang Pariaman bezuk warga kurang mampu asal Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago, yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman, Selasa (14/1).

Sosok berlatar-belakang wartawan itu sengaja datang membezuk karena turut prihatin, yaitu setelah mendapat informasi bahwa Nurleli melahirkan bayi dalam keadaan prematur. Atau pada saat usia kandungannya baru 23 minggu.

Bayi perempuan yang telah diberi nama Nadifa Almaira itu lahir pada Senin, 19 Desember 2019 lalu dengan berat badan hanya 703 gram. Karena kondisinya terlalu kecil, maka perlu mendapatkan penanganan khusus secara medis di inkubator.

Herlina Nasution, dokter spesialis anak yang menangani kasus tersebut, mengatakan, saat lahir usia bayi itu baru 23 minggu. Ukurannya sangat kecil.

“Sehingga perlu dilakukan tindakan khusus,” ujarnya.

Karena harus dipuasakan selama satu minggu, berat bayi itu sempat turun ke 500 gram. Kini, setelah diberi ASI dan suplemen tambahan beratnya kembali naik ke angka 700 gram. Sebuah perkembangan yang cukup bagus.
Menurut dokter Herlina, ini mungkin sebuah mukjizat. Sebab, secara medis, tadi kita berpikir bayinya tidak akan selamat. Namun, takdir Tuhan berkata lain,” ulasnya.

Sekarang yang jadi persoalan bagi Nurleli adalah biaya buat kebutuhan harian bayinya yang harus dicarikan di luar dan, hanya ada di Padang.

Setiap hari dibutuhkan enam saset suplemen buat penambah ASI. Harga persasetnya Rp20 ribu. Dikali enam, berarti Rp120 ribu perhari. “Inilah yang sulit bagi kami. Apalagi suami saya hanya usaha kerupuk,” ujarnya.

Menurut Nurleli, kunjungan dan bantuan Dedi Salim jelas berarti bagi mereka. Atas kepeduliannya itu, dia mengucapkan terimakasih kepada anggota DPRD Padang Pariaman dari Fraksi PAN tersebut.

Dedi Salim mengatakan, kedatangannya membezuk Nurleli dan bayinya ke rumah sakit adalah bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat.

“Dan, apa yang kita terima setiap bulannya, merupakam hak masyarakat juga, jadi sebagiannya harus dikembalikan juga pada yang membutuhkan,” tuturnya. (darmansyah)

 

Loading...

Berita Terkait