Dedy Ihsan Lolos Jadi Dirut Bank Nagari

Dedi Ihsan. (*)
Dedi Ihsan. (*)

PADANG -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah melakukan tes dan wawancara dengan dua calon direktur utama (Dirut) Bank Nagari, tapi yang lolos Dedy Ihsan dari BRI. Sedang untuk direktur kepatuhan yang lolos Edrizanof yang menjabat kepala cabang Payakumbuh.

Informasi yang didapat semalam menyebutkan, Komisaris Utama Bank Nagari, Efa Yonnedi mengambil hasil tes OJK itu ke kantor OJK Padang, Senin siang.

Calon dirut yang tidak lolos Yohannes dan direktur kepatuhan yang belum beruntung, Dedy Cardi. Dengan demikian drama pemilihan dewan direksi bank BUMD itu, berakhir sudah, kecuali ada pihak-pihak yang mempersoalkan.

Gubernur Irwan Prayitno membenarkan keputusan OJK tersebut. “Benar, surat OJK sudah keluar,” katanya tadi malam.
Dalam surat OJK tertanggal 13 Juni yang dialamatkan ke Bank Nagari, disebutkan, “Kami menyetujui pencalonan Dedy Ihsan sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumbar.” Hal yang sama juga dinyatakan untuk Edrizanof.

Sebelumnya terjadi silang sengkarut pemilihan direksi, karena calon-calon yang seharusnya ikut ujian OJK malah tercampak. Persoalan di bank ini, memang sudah lama “dipelihara”, sehingga masuk akal jika beberapa bulan silam, Direktur Pemasaran dan Syariah Indra Wediana, mengajukan surat pengunduran diri. Ini peristiwa pertama dalam sejarah bank itu. Permohonan itu, tidak dikabulkan gubernur demi menjaga stabilitas bank dimaksud.

Ruwet

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Nagari 12 Februari lalu, suasa makin ulet dan ruwet. Terbaca sejumlah permainan yang dipaksakan. Meski begitu, sudah ditetapkan dua dari lima posisi dewan direksi untuk periode lima tahun mendatang.

Yang ditetapkan itu, Syafrizal sebagai Direktur Operasional (sekarang pj dirut) dan Hendri sebagai Direktur Kredit dan Syariah.

Syafrizal menjabat Kepala Divisi IT, dan Hendri menjabat Kepala Divisi Dana dan Treasury.

Sebelumnya komposisi dewan direksi bank ini, Direktur Utama Suryadi Asmi, Direktur Pemasaran dan Syariah Indra Wediana, Direktur Umum Amrel Amir, dan Direktur Kepatuhan Yohannes.

Untuk periode 2016-2020, direksi yang semula empat diubah menjadi lima, yaitu pos direktur utama, direktur operasional, direktur keuangan, direktur kredit dan syariah, dan direktur kepatuhan. (arief/defil)

Loading...