Dekopinda Padang bakal Bangkitkan lagi Koperasi Mati Suri

Ketua Dekopinda Kota Padang, Irwan Basyir Dt Rajo Alam memberikan keterangan persiapan rakerda Dekopinda Kota Padang Sabtu 12 November 2022.Ist

PADANG – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Padang bakal bangkit kembali sejumlah koperasi di Kota Padang. Untuk itu, Dekopin akan bergandengan dengan Dinas Koperasi mencari solusi membangkitkan koperasi tersebut.

Upaya tersebut akan digagas dalam Rapat Kerja Daerah Dekopinda Kota Padang, besok Sabtu 12 November 2022 di Hotel Truntum. Setidaknya rapat tersebut akan dihadiri sebanyak 145 anggota Dekopinda, kemudian 25 koperasi terbaik.

Dijadwalkan kegiatan tersebut akan dihadiri Walikota Padang Hendri Septa, Ketua Dekopinda Sumbar Hendra Irwan Rahum.

“Kita akan mencari sejumlah solusi terhadap kondisi koperasi di Kota Padang hari ini. Koperasi banyak, tapi tidak aktif. Apa yang salah itu jadi pokok pembicaraan kita,”sebut Ketua Dekopinda Kota Padang, Irwan Basyir Dt Rajo Alam, Kamis (10/11) di Hotel Kawana, Padang.

Dikatakannya, ada banyak persoalan yang harus diurai oleh Dekopinda Kota Padang nantinya. Apalagi, koperasi merupakan badan usaha yang pernah mengalami masa kejayaan di Kota Padang.

Dengan rakerda itu nantinya, akan jelas partisipasi Dekopinda Kota Padang untuk memajukan koperasi. Dekopinda memberikan pemikiran yang sehat untuk pengurus dan pemerintah.

“Mudah-mudahan nantinya kita dapatkan kesimpulan dan rekomendasi yang akan disampaikan pada pemerintah. Kita akan bekerja bersama-sama dengan pemerintah untuk membangkitkan koperasi kita kembali,”ujarnya.

Diakuinya, saat ini ada sekitar 700 unit koperasi di Kota Padang, hanya sekitar 400 unit dari jumlah itu yang masih aktif menjalankan usaha. Sementara sisanya 300 koperasi tidak jelas lagi keberadaannya.

Untuk itu katanya, Dekopin akan menggali apa yang salah dengan koperasi di Kota Padang. Apakah datang dari internal pengurus atau desakan dari eksternal dalam persaingan bisnis.

“Ini nanti akan kita himpun melalui koordinator wilayah Dekopinda Kota Padang yang berada di masing-masing kecamatan, yakni 11 Kecamatan di Kota Padang. Apakah dinas yang tidak jalan atau fasilitator hanya tidur saja,”ujarnya.

Menurutnya, selama ini perhatian pemerintah pada koperasi selalu ada. Bahkan tak sedikit pula bantuan datang dari pokok-pokok pikiran anggota DPRD kota Padang.

Apalagi, sebelumnya Pemerintah Kota Padang sudah pernah mendirikan koperasi dalam bentuk Koperasi jasa keuangan syariah (KJKS). Namun kini, keberadaan juga sudah tidak jelas lagi. Lembaga ini dulunya mendapatkan suntikan modal Rp350 juta per koperasi.

“Ini juga perlu kita kerjasaman dengan Kejaksaan dan Kepolisian. Kemana uang itu habisnya, jika sudah jelas. Baru kita bisa menyusun yang patut dibantu dan mana yang tidak,”ulasnya.

Ketua Panitia Rakerda Dekopinda Kota Padang, Amril Amin mengatakan tingginya jumlah koperasi di Kota Padang yang mati suri menjadi agenda utama dilasanakannya Rakerda. Selain itu juga adanya indikasi kurang jalannya Dinas Koperasi.

“Ada banyak perkembangan dalam usaha saat ini. Untuk itu koperasi juga tidak bisa kaku. Tapi mengikuti perkembangan,”katanya.

Menurutnya, janggal jika di Kota Padang tidak banyak masyarakat kenal koperasi. Sementara warga Kota Padang ada pedagang. Biasa berhubungan dengan koperasi.(yose)