Tak Berkategori  

Delapan Kasus Kekerasan Seksual Dialami Penyandang Disabilitas

Ilustrasi (net)
PADANG – Sepanjang 2015 hingga Juni 2016, terdapat delapan kasus kekerasan seksual, pada penyandang disabilitas. Dari jumlah itu, lima kasus telah ditangani pihak berwajib. Sedang tiga kasus lainnya hingga kini belum tuntas.
“Delapan kasus ini telah dilaporkan korban ke Polresta Padang. Laporan juga masuk ke Nurani Perempuan, yang mendampingi masing-masing korban,” kata Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumatera Barat, Silma Desi, dalam rilisnya, yang diterima Singgalang, Minggu (24/7).
Disebutkannya,tiga kasus yang hingga kini belum tuntas, terkendala penanganannya karena minimnya pembuktian kasus, sebagaimana diatur dalam KUHAP. Khususnya bila korban merupakan perempuan penyandang disabilitas dewasa bukan anak-anak.
Hal ini, sebutnya menjadi tantangan dalam penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan penyandang disabilitas di Sumatera Barat.
Terkait dengan kasus-kasus yang proses hukumnya yang tidak berjalan dan merujuk pada berbagai kebijakan di atas, HWDI Sumatera Barat,  meminta Kepolisian Daerah Sumatera Barat khususnya Padang, untuk tidak abai akan hak-hak perempuan penyandang disabilitas korban kekerasan. Pengabaian proses hukum terhadap mereka merupakan pelanggaran HAM.
Memastikan perlindungan bagi korban yang melaporkan tindak pidana kekerasan, yang terjadi pada perempuan penyandang disabilitas. Berkoordinasi dengan berbagai lembaga untuk memastikan aspek keadilan bagi korban dan proses pemulihan korban. (yuke)