Headlinepadangpanjang

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship

×

Delapan Kepala Daerah Puas Ikut Rising Fellowship

Sebarkan artikel ini

SINGAPURA – Delapan kepala daerah yang mengikuti 2nd Rising Fellowship mendapat pengalaman yang bermanfaat selama mengikuti program selama lima hari di Singapura.

Selain mendapat masukan dari para pejabat tinggi Singapura, para peserta melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran menyampaikan kesan-kesan saat mewakili delapan kepala daerah pada acara penutupan program di Kementerian Luar Negeri Singapura, Jumat (9/3).

Program 2nd Rising Fellowship dibuka Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing dan ditutup oleh Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan.

Ikut hadir pada acara penutupan Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri Sim Ann.

“Kami sungguh merasa bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti program ini. Di luar dugaan, kami bisa mendapat kesempatan untuk bertukar pikiran langsung dengan Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong dan juga menteri-menteri Singapura. Kami bisa melihat bagaimana para anggota parlemen Singapura bertemu dengan para konstituen secara rutin. Kami juga berkesempatan untuk melihat bagaimana Singapura mengembangkan teknologi dan penataan kotanya,” kata Fadly.

Walikota Padang Panjang menjelaskan, kota yang dipimpinnya jumlah penduduknya hanya 60 ribu jiwa.

“Dari program ini, saya banyak belajar dan mendapatkan ide bagaimana selanjutnya membangun daerah kami,” ujar Fadly.

Tujuh kepala daerah yang juga mengikuti program secara penuh adalah Walikota Makassar M Ramdhan Pomanto, Bupati Banyumas Ahmad Hussein, Bupati Banggai Amirudin Tamoereka, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandiani, dan Bupati Tegal Umi Azizah.

Pada saat pembukaan pada Senin lalu sempat hadir Wagub Bali Tjokorda Oka Artha, yang harus kembali karena ada tugas di daerahnya.

Menteri Luar Negeri Singapura menjelaskan, program Rising Fellowship digagas oleh Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong pada 2018.

Tujuannya untuk membuat platform yang memungkinkan para pemimpin muda saling bertemu dan berbagi pengalaman, sehingga bisa membangun sikap saling percaya di antara kedua bangsa.

Program pertama sudah dilaksanakan pada 2019, tetapi terhenti karena pandemi Covid-19. Vivian mengharapkan, program ini bisa terus berlanjut karena akan memberikan manfaat bagi peningkatan hubungan di antara kedua negara.