Tak Berkategori  

Deputi Kepala BI Perwakilan Sumbar: Vaksinasi Prasyarat Pemulihan Ekonomi

Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Gunawan Wicaksono. (tangkapan layar-singgalang)

Padang, Singgalang – Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Gunawan Wicaksono berharap awal 2021 ini diharapkan bisa menjadi awal mula pemulihan ekonomi yang melesat cepat di Indonesia, termasuk Sumbar.

Hal tersebut dikarenakan tahapan vaksinasi telah dimulai. Dia mengatakan vaksinasi adalah prasyarat pemulihan ekonomi, bukan hanya di dunia namun juga di Indonesia, termasuk Sumbar. Dia mengatakan dengan vaksinasi maka aktivitas dan pergerakan masyarakat sehari-hari akan menjadi lebih leluasi dibanding sebelum vaksinasi. Vaksinasi akan menghilangkan rasa takut untuk beraktivitas dan bergerak.

Masyarakat akan merasa mereka lebih aman dari Covid-19 karena setelah vaksinasi imunitas tubuh mereka telah lebih kuat.

“Perekonomian sangat bergantung pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Aktivitas masyarakat yang terbatas membuat roda perekonomian tidak berputar, terhambat. Ini membuat perekonomian melemah,” kata Gunawan saat Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Harian Singgalang bekerjasama dengan Satgas Covid-19 BNPB, Jumat (29/1). FGD melalui Aplikasi Zoom bertema ‘Update Ekonomi Sumbar’ itu menghairkan sejumlah nara sumber, yakni perwakilan Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Sumbar dan akademisi dari UIN Padang.

Hal ini, tambah dia, sangat terlihat pada negara-negara yang melakukan lockdown. Indonesia pun juga mengalami pelemahan ekonomi karena beberapa penerapan PSBB.

“Namun, kondisi Sumbar cenderung lebih baik karena berada di atas rata-rata nasional. Ini membuktikan fundamental ekonomi Sumbar sebenarnya baik, hanya saja terjadi penurunan karena dampak dari pandemi,” ujarnya.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan III di Tahun 2020 berdasarkan pengeluaran dan lapangan usaha masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Yakni pada triwulan ke III Tahun 2020, Sumbar berada pada angka -2,87 (yoy) sementara nasional -3,49 (yoy), itu untuk pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran.

Sementara itu untuk pertumbuhan ekonomi Sumbar menurut lapangan usaha, juga tetap lebih baik dibandingkan nasional. yakni pada triwulan ke III tahun 2020, berada pada angka 5,05, sementara nasional pada 5,02.

Hanya saja, lanjut dia, Sumbar memang mengalami penurunan pada banyak sektor di bidang perekonomian, konsumsi rumah tangga turun -4,49 persen, konsumsi pemerintah -9,05 persen, ekspor turun -13,09 persen dan impor pun turun 70,92 persen. Sektor pertanian turun -0.06 persen, perdagangam -2.3 persen, industri pengolahan -1,24 persen dan banyak lagi sektor yang jauh lebih mengalami penurunan lainnya seperti jasa pendidikan -7,93 persen, kon truksi -4,3 persen.

“Namun keadaan sudah berangsur membaik setelah adanya penerapatan peraturan terkait adaptasi kebiasaan baru (AKB),” ujarnya.

Dia mengatakan Sumbar sebenarnya tidak memiliki performa yang lebih buruk karena pandemi Covid-19. Sejak dulu, Sumbar selalu memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Namun, memang pandemi mengakibatkan banyak sektor perekonomian mengalami penurunan.

“Hanya saja setelah vaksinasi ini kita bisa berharap angin segar, karena juga akan membawa gairah di bidang usaha dan industri,” ujarnya. Dia berharap semua masyarakat tetap optimis karena sangat dipastikan jika vaksinasi sukses maka akan semakin memungkinkan perekonomian cepat kembali normal dan membaik.

Tapi, Gunawan mengingatkan Sumbar harus lebh memperhatikan tingkat pengangguran, hal ini dikarenakan angka penangguran selama pandemi semakin tinggi. Jumlahnya berada di atas rata-rata nasional. (401)