Tak Berkategori  

Desi Marlina, Pemegang DAN Tiga Kempo Wanita Pertama di Sumbar

Desi Marlina. (*)
Desi Marlina. (*)
Desi Marlina. (*)

PADANG- Namanya Desi Marlina. Desi -begitu dia disapa- sudah berlatih kempo semenjak usia 15 tahun, tepatnya di tahun 1999. Dojo Simaung, Talawi, Sawahlunto menjadi tempatnya berlatih di bawah arahan pelatih Hendri Oswari.

Berbagai prestasi daerah, nasional telah diukir kenshi kelahiran 17 Desember 1984 ini. Terakhir kala turun di Pra PON 2011 meraih medali emas dan PON Riau 2012 silam menempati peringkat keempat.

Gagal tampil di PON XIX-2016 di Jawa Barat lalu ternyata tak membuat putri kedua dari pasangan Alm. Syafrudin dengan Darwati ini mengakhiri sepak terjangnya di cabang olahraga beladiri asal Jepang itu. Awalnya, saat Porprov 2014 silam di Dharmasraya, PNS di Inspektorat, Sawahlunto ini siap mewasiti kempo namun batal dan baru-lah di Porprov XIV Sumbar di Padang, Desi menjadi salah seorang pengadil.

Hebatnya, Desi yang pernah menekuni pekerjaan sebagai staf di SMPN 4 Sawahlunto itu menjadi wasit kempo wanita satu-satunya. Bahkan hingga kini, baru Desi yang tercatat sebagai wasit kempo wanita di Sumbar ini.

“Saya harus terus move-on. Kegagalan demi kegagalan tidak membuat saya patah semangat. Maju terus dan kempo Sumbar berjaya,” ujar Desi optimistis saat bincang-bincang dengan Singgalang, Selasa (3/1).

Cabor kempo masuk ke Sumbar pada 1986. Sudah sekitar 30 tahun keberadaan salah satu cabor unggulan ranah Minang ini berdiri. Desi, wanita pertama wasit kempo serta pemegang III DAN di Sumatera Barat ini.

Hal itu pun dibenarkan salah seorang senior kempo, Nofrialdi kepada Singgalang di tempat terpisah. “Ya, benar sekali, Desi wanita pertama di Sumbar jadi wasit dan pemegang III DAN. Dia memang rajin menekuni kempo,” komentar mantan juara dunia kempo itu.

Walau telah menyandang predikat wanita pertama sebagai wasit dan pemegang DAN tertinggi di Sumbar, namun targetnya kembali membela Sumatera Barat di PON XX-2020 di Provinsi Papua begitu besar. “Misi saya kembali berlaga di PON XX Papua nanti. Saya mohon doa-nya,” pinta pemilik tinggi badan 155 centimer dan berat badan 48 kilogram ini. (dede)