oleh

Dharmasraya ‘Curi Perhatian’ Nasional Melalui Festival Pamalayu

PADANG – Pemkab Dharmasraya meluncurkan agenda akbar kebudayaan berupa Festival Pamalayu di Museum Nasional Indonesia di Jakarta pada 22 Agustus mendatang.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan di Padang, Senin (19/8) mengatakan peluncuran Festival Pamalayu di Jakarta lantaran adanya bukti sejarah Pamalayu di museum tersebut, yakni Arca Bhairawa setinggi empat meter. “Selain itu, peluncuran kegiatan di Jakarta akan lebih menggaungkan gelaran festival ke seluruh nusantara,” ujarnya.

Tanggal 22 Agustus katanya sebagai bentuk pengingat peristiwa Ekspedisi Pamalayu. “Sementara
penutupan atau puncak acara pada tanggal 7 Januari 2020, sebagai hari ulang ke-16 kabupaten
yang diresmikan pada 7 Januari 2004,” ucapnya.

Festival Pamalayu adalah agenda perdana yang diselenggarakan Pemkab Dharmasraya secara besar-besaran dalam waktu panjang, dengan menu diskusi, melibatkan masyarakat serta atraksi di alam Dharmasraya, yang muaranya adalah destinasi.

Festival ini mengusung tema ‘Merayakan Dharmasraya’. Tema ini, kata Sutan Riska, mengajak semua orang, baik pemerhati Dharmasraya hingga khalayak, ikut larut dalam denyut agenda festival dengan riang gembira.

“Dharmasraya bukan saja punya potensi sejarah dan budaya, tapi juga beragam objek wisata yang pantas untuk dikunjungi. Apalagi posisi Dharmasraya sangat strategis yakni di jalan lintas tengah Sumatera,” kata Sutan Riska.

Pada tempat yang sama juga akan digelar Seminar Nasional bertajuk ‘Menyingkap Tirai Dharmasraya’. Seminar akan dibincangkan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid, Arkeolog Bambang Budi Utomo, dan Sejarawan Wenri Wanhar.

Selepas peluncuran, Festival Pamalayu akan menampilkan beragam diorama sejarah dan budaya, serta atraksi yang menarik. Menurut Sutan Riska, kegiatan yang menghiasi Festival Pamalayu, merupakan siar Dharmasraya yang dihuni oleh penduduk yang beragam, aneka budaya, rupa pesona, dan wujud kesatuan nusantara.

Direktur Langgam Institute Pandong Spenra menjelaskan, Festival Melayu adalah rangkaian agenda sepanjang lima bulan, dengan mengambil tempat di Jakarta dan Dharmasraya. “Untuk di Jakarta, hanya pembukaan sekaligus seminar nasional. Selebihnya dipelbagai tempat di Dharmasraya hingga 7 Januari 2020.

Masyarakat umum bisa ikut merayakannya dengan mengikuti lomba vlog dan foto. Lomba vlog maupun foto, para peserta diminta mengabadikan berbagai peninggalan kuno dan heritage yang ada di Dharmasraya melalui foto dan vlog. Vlog berdurasi pendek, sekitar 1-3 menit, terbuka untuk umum.

Selain itu, juga ada lomba bagi para wartawan dengan tema berbagai peninggalan kuno dan heritage yang ada di Dharmasraya. “Tulisan harus dimuat di media cetak dan/atau online dalam rentang Agustus hingga pertengahan Desember 2019,” tutur Pandong.

Baik lomba vlog, foto, maupun loma untuk wartawan, berhadiah masing-masing dengan nilai total
puluhan juta rupiah.

Setelah rangkaian lomba, puncak Festival Pamalayu adalah bentuk perayaan hari jadi Dharmasraya 7 Januari 2020, selama tujuh hari berturut-turut, 1-7 Januari 2020. Pada puncak perayaan, digelar berbagai acara yakni Karnaval Arung Pamalayu, Jalan Sehat, Pawai Hari Jadi Dharmasraya, Pameran Artefak Kuno dan Pesta Rakyat. (rahmat)

Loading...

Berita Terkait