oleh

Di Pariaman, Sekolah Kembali Diliburkan

PARIAMAN – Aktivitas pendidikan di semua jenjang di Pariaman kembali diliburkan akibat tak kunjung menurunnya intensitas ketebalan kabut asap. Libur siswa terhitung tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (29-31/10).

Kepala Bagian Humas (Kabag Humas) Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Hendri, Kamis (29/10) mengatakan,  sebelumnya, Senin dan Selasa (26-27/10) siswa juga telah diliburkan. Hari Rabu  aktivitas pendidikan kembali dilaksanakan seperti biasa.

Namun, melihat indek standar pencemaran udara (ISPU) masih diatas level tidak sehat bahkan sampai kategori bahaya serta kondisi tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan anak-anak, dinas terkait sesuai arahan kepala daerah  kembali mengambil kebijakan meliburkan aktivitas pendidikan.

Disebutkan, penghentian aktivitas belajar mengajar sementara untuk semua jenjang pendidikan akibat dampak kabut asap merupakan salah satu point imbauan Walikota Pariaman, Mukhlis Rahman menyikapi status siaga darurat kabut asap di Pariaman. Status siaga berlaku mulai 23 Oktober 2015 sampai 1 November 2015.

Selain penghentian aktivitas belajar mengajar, status siaga juga ditindaklanjuti dengan sejumlah kebijakan serta imbauan lainnya. Yang intinya meminta masyarakat mewaspadai bencana kabut asap.

Antara lain dengan mendirikan posko penanggulangan bencana kabut asap, memaksimalkan pembagian masker kepada masyarakat serta imbauan agar unit layanan kesehatan, seperti Puskesmas, Pustu dan Polindes standby 24 jam mengantisipasi pasien penderita Inpeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

Kamis pagi Pemko Pariaman  melaksanakan shalat Istiqha (shalat minta hujan) yang dipusatkan di halaman balaikota tersebut. Shalat Istiqha diikuti oleh PNS dan masyarakat. (tomi)

Loading...

Berita Terkait