oleh

Di RS Bhayangkara, IK Dijaga Petugas Bersenjata

PADANG – Kasat Reskrim Polresta Padang meminta kepada pihak rumah sakit, agar pelaku yang diduga membunuh istrinya tidak boleh ditemui siapa pun, untuk kepentingan penyelidikan.

Tersangka yang telah dirawat selama tiga hari mendapat pengawalan dari aparat bersenjata. Begitu juga tim perawat juga menjaga kesehatan dosen Fakultas Hukum Unand itu. Pada Kamis kemarin, tersangka sudah bisa keluar ruang perawatan dengan ditemani dua perawat dan polisi. Saat berjalan itu, tersangka meringgis menahan sakit.

Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana, melalui Kasat Reskrim Kompol Franky M. Monathen mengatakan, demi kepentingan penyelidikan dugaan kasus pembunuhan tersebut, pelaku tidak boleh bertemu dengan siapa pun.

“Pelaku saat ini masih menjalani perawatan, dan kami belum melakukan pemeriksaan terhadap pelaku karena kondisinya. Bagi siapa saja yang menemui pelaku, tidak saya berikan izin,” kata Franky.

Sementara, Kepala RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kompol Tasrief mengatakan saat ini kondisi tersangkaa sudah mulai membaik. Dikatakan hasil pemeriksaan ditemukan luka di punggung, dada. Saat ini tersangka sudah bisa komunikasi, meskipun ucapannya belum jelas.

Sebelumnya IK diduga melakukan pembunuhan terhadap isterinya Dewi Yulia Sartika. Ia diamankan petugas Polsek Singkut, Jambi di sebuah SPBU. (deri)

Loading...

Berita Terkait