oleh

Di Sela Hadiri HPN, Presiden akan Dianugerahi Gelar Sangsako

Presiden Jokowi (net)

PADANG – Dalam rangkaian kunjungan ke Sumbar, Presiden Joko Widodo direncanakan akan dianugerahi gelar sangsako dari Kerajaan Pagaruyung. Gelar adat ini rencananya akan disepakati dalam waktu dekat.

“Nanti ada prosesi penganugerahan gelar bagi bapak presiden, sekarang sedang dirapatkan dengan Pagaruyuang, mudah-mudahan dapat dilakukan secepatnya,”sebut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit .
Dikatakannya, untuk nama gelar yang diberikan juga disepakati oleh Kerajaan Pagaruyung. Karena harus menetapkan gelar yang tepat bagi kepala negara.
“Sedang dimusyawarahkan, karena adanya banyak keluarga yang harus menyepakati. Sekarang sedang diupayakan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Sumbar,”sebutnya.
Kepala Balitbang Sumbar, Reti Wafda dihubungi Singgalang membenar rencana tersebut. Dikatakannya, rapat untuk persiapan pemberian gelar bagi Presiden Joko Widodo tersebut akan dilakukan pada hari ini, Senin (22/1).
Sementara, untuk pembicaraan dengan Kerajaan Pagaruyung sudah dilakukan. Untuk persetujuan apakah kerajaan setuju atau tidak, akan didapatkan dari rapat yang digelar internal keluarga Kerajaan Pagarurung.
“Ada 78 orang pihak kerajaan yang akan memutuskan gelar sangsako ini. Mereka tidak semuanya di Sumbar, ada di Bengkulu, Jambi, Palembang dan sejumlah daerah lainnya,”sebut Reti.
Dikatakannya, dari waktu yang tersedia dengan jadwal kedatangan Presiden Joko Widodo ke Sumbar pada 8 dan 9 Februari 2018 masih cukup. Jika Kerajaan Pagaruyung setuju, maka tahapan akan terus dilanjutkan hingga puncaknya penganugerahan gelar sangsako.
Sebelumnya dalam rangka menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 Presiden Joko Widodo dijadwal dua hari berada di Padang, yakni 8 dan 9 Februari. Dalam kunjungan itu, presiden juga akan meresmikan sejumlah proyek strategis nasional yang sudah selesai dibangun.
Ada beberapa agenda yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo di Sumbar. Ada tiga kegiatan yang kemungkinan besar disetujui, pertama peresmian pembangunan jalur dua Padang By Pass. Secara kontrak pembangunan jalan tersebut sudah berakhir pada akhir 2017. Pembangunan jalan ini menggunakan dana bantuan lunak dari Korea dengan anggaran mencapai Rp 436 miliar.
Kemudian, peresmian pembangunan pabrik Indarung VI dengan kapasitas 3 juta ton/tahun. Anggaran untuk pembangunan pabrik itu mencapai Rp3,8 triliun. (yose)
Loading...

Berita Terkait