Tak Berkategori  

Diduga Korupsi, Ini Alasan Jaksa Tahan 3 Dokter Spesialis

Ilustrasi (okezone)
Ilustrasi (okezone)

PEKANBARU – Kejaksaan Negeri Pekanbaru menahan tiga dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad terkait kasus dugaan korupsi alat kesehatan (Alkes). Kejaksaan menegaskan bahwa alasan penahanan karena takut para dokter kabur.

“Alasan kita melakukan penahanan terhadap mereka karena kita takut melarikan diri,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Suripto Irianto Selasa (27/11).

Ketiga medis yang dijebloskan ke penjara adalah dr Marsial, dr Kuswan dan dr Wili Yulifar.
Mereka ditahan selama 20 hari di Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.

Suripto Irianto menegaskan, sudah kapok dikibuli koruptor termasuk oknum dokter. Kejari
Pekanbaru sendiri sudah beberapa kali punya pengalaman karena tidak menahan tersangka maupun yang meminta penangguhan penahanan. “Kita sudah cukup pengalaman, 14 buronan termasuk dokter-dokter (tersangka dokter) yang sudah kita tangkap, saat kita beri penangguhan susah untuk ditangkap. Di mana giliran dieksekusi susah,” ucapnya.

Untuk melakukan penangkapan buronan, lanjut Kajari Pekanbaru, membutuhkan waktu lama dan biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit. Oleh sebab itu, para tersangka ditahan sampai prosesnya nanti jelas.

Dia mengatakan, dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) awalnya ditangani
oleh Polresta Pekanbaru dan tidak ditahan. Setelah pihak kepolisian melimpahkan berkas
dan tersangkanya, Kejari Pekanbaru langsung melakukan penahanan.

Dalam kasus korupsi berjamaah tersebut negara diduga dirugikan Rp420 juta. Ketiga dokter itu berstatus PNS dan berdinas di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Kasus korupsi pengadaan alat kesehatan terjadi dari tahun 2012-2013. Temuan BPKP, akibat ulah tiga dokter tersebut negara dirugikan Rp420 juta.

Sementara, puluhan dokter RSUD Arifin Ahcmad Pekanbaru geruduk Kantor Kejaksaan
Negeri Pekanbaru, Riau. Kedatangan mereka terkait penahanan tiga dokter spesialis yang
diduga melakukan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan.

Mereka mendatangi Kantor Kejari Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman pada Selasa
(27/11). Kedatangan puluhan kolega ini membuat halaman parkir Kantor Kejari Pekanbaru
penuh dengan mobil para dokter.

Kedatangan mereka untuk menuntut kejaksaan membebaskan dengan diberi penangguhan
penahanan. “Kedatangan kita kemarin sebagai aksi solidaritas, ” ucap salah satu
koordinator aksi, dr Andre (27/11).

Para pendemo juga menilai, menahan sebagai bentuk kriminalisasi. Aksi ini juga dikawal
oleh Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, Nuzelly Husnedi.

Namun Nuzelly ‘pelit’ bicara terkait kasus yang menimpa tiga dokternya. Suripto Irianto
menegaskan dalam kasus ini, semua murni hukum. “Tidak ada kriminalisasi dalam kasus
ini,” tegasnya dikutip dari okezone. (aci)