oleh

Dijamu PSS Sleman, Putus Rekor Buruk Kabau Sirah!

PADANG – Laga berat kedua dilakoni Semen Padang FC, Sabtu (25/5) malam ini di markas PSS, Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Kabau Sirah bertekad memutus catatan buruk menghadapi tim Super Elang Jawa.

Duel malam ini menjadi pertemuan kedelapan sepanjang sejarah. Dikutip dari soccerway, Semen Padang belum pernah sekalipun menang melawan PSS, enam kalah dan sekali imbang. Terakhir, laga final Liga 2, pasukan Syafrianto Rusli kembali takluk 0-2 atas anak asuh Seto Nurdiantoro.

“Motivasi kita harus lebih tinggi dari PSS. Kemudian juga harus lebih rapi lagi cara kerja dalam menjalankan prinsip bermain,” kata coach SR yang dihubungi Singgalang, Jumat (24/5) yang juga telah bertekad akan kerja keras untuk membalas kekalahan di laga final Liga 2 lalu.

Skema 3-4-3 akan menjadi pakem coach SR. Maka tiga striker seperti Karl Max Barthelemy tetap menjadi pilihan striker tunggal dan Irsyad Maulana dan Dedi Hartono membantu sebagai second striker.

Kemudian di sektor tengah. Lini inilah menarik ditunggu. Ajang pertarungan dua gelandang asal Argentina, Brian Federico Ferreira di kubu tuan rumah dan Jose Sardon di tim tamu. Brian Ferreira jadi bintang kala menang 3-1 atas Arema. Satu gol dan dua assist.

Bagi Jose Sardon yang di laga perdananya bersama Kabau Sirah, absen lantaran cedera. Kata coach SR, Jose Sardon masih akan dilihat saat latihan resmi, pada Jumat (24/5) malam. Itu artinya, peluang mantan gelandang Persela tersebut masih 50-50. Jika bisa turun, siapa yang terbaik?

Selaku tim tamu, Semen Padang harus bermain sabar, artinya menunggu dengan  compact deffend. Sabar pula saat menguasai bola. Begitu ada kesempatan langsung melakukan counter attack dengan kebersamaan.

Irsyad Maulana dan kolega harus bisa meredam kecepatan para pemain tuan rumah seperti Dave Mustaine, Arsyad, Yevhen, dan striker lokal Kushedya Hari Yudo.

Belum lagi dukungan totalitas Slemania, kelompok fan tuan rumah bila bermain di Stadion Maguwoharjo. Arema FC sudah membuktikannya, tiga gol bersarang ke jala gawang Arema di laga pekan pertama lalu.

Terkait faktor dukungan itu, seperti masukan yang diberikan para mantan pemain, anggap saja bermain di markas. “Menghadapi PSS ibarat laga final. Balaskan kekalahan saat di final Liga 2 lalu,” kata Amir Hamzah yang meminta lini belakang wajib koordinasi antar-sesama.

Masukan agar bermain sabar dengan membangkitkan kepercayaan diri juga disarankan oleh Anton Syofnevil, Suwarno. “PSS tengah on-fire berkat menang 3-1 atas Arema. Kita (SPFC) tetap waspada, namun mental dan kepercaayan diri harus bangkit,” kata Anton Syofnevil.

Anak asuh Seto Nurdiantoro (SN) memang sedang bagusnya. Kecepatan yang dimiliki Kushedya Hari Yudo dan kolega memang menjadi salah satu kunci meraih tiga angka atas Arema.

SN memuji penampilan laga perdana skuad SR. Walau kalah 1-0 tetapi Semen Padang salah satu tim yang memiliki kekuatan yang kompetiif.  Namun SN sudah menyiapkan pula ramuan dalam menjamu pasukan SR.

Counter attack Semen Padang menjadi salah satu yang kita waspadai. Pemain wajib fokus penuh untuk dapat mengulangi hasil seperti di laga lawan Arema FC,” ujar Seto dikutip dari situs resmi Liga 1.

Taktikal permainan cepat dari dua wing bisa jadi kembali diterapkan pasukan SN kala menjamu armada SR nanti malam. Kesimpulannya, pertandingan yang akan disiarkan langsung oleh Indosiar pukul 20.30 WIB itu akankah menjadi ajang catatan buruk lagi bagi Semen Padang atau menambah rekor kemenangan bagi PSS Sleman? (dede)

News Feed