Tak Berkategori  

Diniyyah Puteri tak Terkait, Ahmad Menulis di Facebook Pribadi

Facebook (net)
Facebook (net)

PADANG PANJANG – Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang menyatakan, kasus penangkapan terhadap salah seorang stafnya oleh Bareskrim Mabes Polri, terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), merupakan tindakan pribadi.

“Ahmad Rifai ditangkap Bareskrim Polri dan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Kepadanya didugakan tersangkut pelanggaran UU ITE, sekaitan dengan postingannya di akun facebook pribadi,” ujar Kepala Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) Perguruan Diniyyah Puteri Fauzi Fauzan El-Muhammady, kepada pers, Senin (29/5), di ruangan pertemuan pimpinan lembaga pendidikan itu.

Informasi yang sampai kepada kami, sebut Fauzi didampingi Faiz Fauzan, dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Ahmad Rifai karena dia memposting di akun facebook milik pribadinya berbau Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Lantaran hal itu adalah tindakan dan penyataan pribadi, ujarnya, maka dengan sendirinya Perguruan Diniyyah Puteri tidak terkait sama sekali.

Ahmad dikenal sebagai trainer pada Diniyyah Training Center (DTC) ditangkap Direktorat Pidana Siber pada Bareskrim Polri, Minggu (28/5).

Penangkapan dengan surat perintah nomor SP.Kap/20/V/2017/Dittipidsiber itu dipimpin AKBP Purnomo Irawan bersama Polisi Cyber Crime dari Mabes Polri. Sekira pukul 16.30 WIB, Ahmad langsung dibawa ke Mabes Polri, Jakarta.

Kapolres Padang Panjang AKBP Cepi Noval mengatakan, Ahmad dituduh dengan sengaja menyebarkan informasi untuk menimbulkan permusuhan pribadi atau SARA melalui media sosial facebook, pada akun Ahmad Rifai Pasra miliknya. (mus/jas/syam)