oleh

Dirjen Udara Minta Lion Air dan Wings Air Sesuaikan Tarif Bagasi Berbayar

Pesawat Lion Air (net)

JAKARTA – Group Maskapai Lion Air dan Wings Air mulai 7 Februari 2019 akan menyesuaikan tarif bagasi berbayar, seiring permintaan dari Dirjen Perhubungan Udara sejak diberlakukannya penerapan bagasi 0 kg (nol kilogram) serta mengenakan biaya terhadap kapasitas (berat) bagasi tercatat untuk penerbangan di Indonesia (domestik).

“Diterapkannya layanan bagasi berbayar tercatat nol kilogram, merupakan kebijakan baru Lion Air dan Wings Air guna menjawab peluang dan tantangan bisnis seiring pertumbuhan tren perjalanan udara yang simpel, sesuai era kekinian atau millennials traveling,” kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group kepada Singgalang, Minggu (3/2).

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara, Polana B.Pramesti dalam acara coffe morning, Jumat (31/1) mengatakan, beberapa hal yang harus ditindaklanjuti PT Lion Mentari Airlines dan PT Wings Abadi Airlines yaitu, masih banyaknya pengguna jasa angkutan udara yang belum memahami tata cara pembelian bagasi melalui _prepaid_. Sehingga penumpang banyak membeli di check in counter dengan harga  Excess Baggage Ticket (EBT) yang jauh lebih tinggi. Hal tersebut menimbulkan keluhan dari para penumpang.

“Kami telah melakukan evaluasi, terhadap penerapan bagasi berbayar yang telah dilakukan oleh PT Lion Mentari Airlines dan PT Wings Abadi Airlines. Langkah tersebut kami lakukan setelah mendapatkan masukan dari Komisi V atau Komisi Infrastruktur dan Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat,” tutur Polana.

Menurutnya, Lion Air dan Wings Air belum mensosialisasikan dengan baik. Sehingga masyarakat belum mengetahui besaran harganya. Kemudian pembelian bagasi berbayar prepaid  melalui website PT Lion Mentari Airlines masih terdapat beberapa kekurangan tampilan pada sistem. Di antaranya pembelian bagasi berbayar untuk penerbangan langsung, transit dan transfer yang dilakukan oleh PT Lion Mentari Airlines, PT Wings Abadi Airlines dan PT Batik Air atau kombinasinya.

Untuk itu, jelas Polana, Lion Air dan Wings Air harus melakukan sosialiasi dengan membuat infografis mengenai daftar harga tarif.

“Hendaknya poin-poin evaluasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti, agar tidak terjadi polemik berkepanjangan diantara penumpang dan pihak airlines,” tutup Polana.

Jutu bicara Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro berdalih, sejak pemberlakuan layanan bagasi berbayar, ketepatan waktu operasional (On Time Performace/ OTP) Lion Air dan Wings Air meningkat, dari rata-rata 65% menjadi rata-rata 88%.
Dikatakan Danang, maskapai Lion Air (kode penerbangan JT) dan Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group sebagai penyedia layanan berkonsep minimum (no frills/budget sitlines) fokus mengutamakan faktor keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan (safety first).

“Oleh karena itu, sebagai langkah mempertahankan tingkat OTP, kami tetap memberlakukan kebijakan bagasi nol kilogram untuk rute domestik. Dalam upaya memberikan pelayanan, mulai 7 Februari 2019 kami akan melakukan penyesuaian tarif bagasi berbayar,” tutup Danang. (yusman)

News Feed