Tak Berkategori  

Disiplin Prokes

Oleh:Surya Tri Harto

Oleh:Surya Tri Harto

Apa sesungguhnya yang diperlukan untuk mencegah dan memutus penularan Covid 19. Kalau kita jeli, di tengah banjir dialektika sebetulnya hanya satu, disiplin protokol kesehatan.

Celakanya, dalam waktu belakangan, inilah yag miskin dimiliki Sumbar. Apakah mungkin ini yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya secara tajam positivity rate di Sumbar? Wallahualam. Saya tidak punya otoritas memastikannya.

Namun, sebagai elemen masyarakat yang mencoba memperhatikan, saya menengarainya. Beberapa momen sporadik menunjukkan hal itu. Di pasar-pasar, disiplin pemakaian masker sangat rendah, jaga jarak juga setengah hati. Fasilitas cuci tangan di beberapa tempat tidak sulit ditemukan, tapi sepertinya jarang digunakan.

Bagaimana menerapkan disiplin? Teori kepemimpinan dalam perubahan mengatakan, cara efektif mendisiplinkan orang adalah dengan role model. Dalam bahasa kita tidaklah aneh, teladan.

Siapa yang memberi teladan? Tentu saja para pemimpin dan tokoh masyarakat dan figur- figur panutan. Kalau itu tidak didapatkan, jangan harap akan mudah mendisiplinkan.

Jika teladan tidak bisa diharapkan, selanjutnya tentu pemaksaan, enforcement. Menggunakan aparat, bukan untuk menakut-nakuti, tapi melakukan persuasi dengan sanksi bagi yang tidak peduli.

Sebetulnya ada hal lain yang efektif yaitu kesadaran. Namun, kesadaran memerlukan pemahaman dan literasi. Kalau literasi rendah, bagaimana pemahaman dan kesadaran akan timbul.

Tidak semua orang tahu bahwa yang dilakukan bukan memusnahkan virus, tapi flattening the curve. Melandaikan kurva penderita fungsi waktu sehingga kapasitas fasilitas kesehatan tidak jebol, sampai dicapai kekebalan kelompok yang dipercepat dengan vaksinasi.

Kembali ke Sumbar, rasanya yang diperlukan adalah teladan dan enforcement berbarengan. Tapi, saya tidak pesimis dengan kesadaran karena di Sumbar ada Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Ilmu Keperawatan yang bisa melakukan road show dan mengedukasi masyarakat.

Insya Allah, kelompok cadiak pandai ini akan mendapatkan perhatian kalau turun. Tantangannya rangkaian kata nyeleneh, cadiak bana awak, urang ndak ka batanyo. Padanannya, kayo bana awak, urang ndak ka mamintak. Ya ampun.

Mudah-mudahan, vaksinasi bisa mempercepat tercapainya kekebalan kelompok, sambil melandaikan kurva penderita fungsi waktu.

Perlu tagline sederhana karena publik yang rendah literasi tak akan paham. Tag linenya adalah DISIPLIN. Satu-satunya kontribusi secara individual yang bisa kita berikan dalam upaya memutus mata rantai dan mencegah penularan Covid 19 adalah disiplin protokol kesehatan. Disingkat DISIPLIN PROKES. Tidak ada yang lain.
Wallahualam*