oleh

Diskusi Kedaulatan Pangan, Pupuk Batubara Tingkatkan Hasil Pertanian

JAKARTA – Dalam mendorong taraf hidup sektor pertanian, PT Bursa Tani melalui temuan teknologi batubara, dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian hingga 30%. Dengan menerapkan pengolahan tanah dengan pupuk organik batubara.

Batubara bukan sekadar bahan bakar, batuan sedimen yang dapat terbakar juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Pupuk batubara terbukti memperbaiki kualitas lahan sekaligus meningkatkan produksi padi dan komoditas lain.

Indonesia memiliki sumber tambang batubara terbesar di dunia. Cadangannya mencapai 36,3 miliar ton, namun, 50-85 persennya berkualitas rendah atau batubara muda yang nilai kalori pembakarannya rendah.

Batubara, terutama batubara muda mengandung kadar karbon yang tinggi, yakni hidrogen 5,5%, oksigen 25%, notrogen 0,5%, difosfor pentaoksida 0,04%, dan kalium oksida 36%. Penggunaan batubara muda mampu meningkatkan kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan kalsium.

Penggunaan pupuk batubara muda mampu memperbaiki kualitas tanah sekaligus meningkatkan produksi padi. Pasalnya, kualitas tanah anjlok akibat pemberian pupuk kimia dalam jumlah besar dalam jangka waktu lama. Penyebab lainnya, yaitu kurangnya penggunaan bahan organik dalam sistem produksi padi sawah.

Direktur Bursa Tani, Zaenal Mutaqin, dalam acara diskusi media menjelaskan, petani sering kali membakar sisa jerami di pekarangan sawah mereka. Idealnya mereka mengembalikannya ke lahan sehingga lahan mendapatkan nutrisinya kembali. Bila penurunan kualitas tanah di sentra padi terus terjadi, produksi padi akan menurun dan penggunaan pupuk kimia terus meningkat.

Dampaknya, dan risikonya pendapatan petani berkurang karena biaya produksi pun meningkat, terutama biaya pembelian pupuk kimia. Bahan pupuk batubara adalah asam humat dari batubara muda, batubara kalori rendah, atau batubara kotor hasil sortira. Selain itu, ada penambahan limbah ternak antara lain tepung darah, tepung tulang, urine sapi hasil fermentasi selama 20 hari, serta sekam padi sebagai bahan penambah unsur hara.

H A. Zeki Ketua Umum FKDB kepada Singgalang di Jakarta Minggu (5/5) menjelaskan, ada dua hal yang pokok dalam diskusi ini dalam indikator mengentaskan pendidikan dan kemiskinan untuk bangsa.

“Dalam program ini kami akan mengajak peran pemerintah, ulama pendeta, para politisi dan lainnya, dalam mengatasi kemiskinan dan pendidikan,” katanya.

Fakir miskin tidak boleh diwariskan lagi kepada keluarganya, misalnya sebagai warga pemulung anaknya harus menjadi yang lebih baik jangan jadi pemulung lagi, ujarnya H A. Zaki. Dari sinilah kami mendukung mereka untuk meningkatkan taraf hidup mereka untuk menjadi yang lebih baik.

Saat ini fokus pada meningkatkan sektor pangan, pendidikan sehingga mampu memenjadi oner perusahaan. Inilah yang sedang kami lakukan bersama Bursa Tani Group, dan akan kami sosialisasikan kepada pemerintahan daerah secara keseluruhan dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. (sm)

Loading...

Berita Terkait