Disnav Teluk Bayur Raih Kenavigasian Awards 2022

Kepala Subag Tata Usaha Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayung, Lina Lusiana menerima plakat penghargaan Kenavigasian Awards 2022.IST

PADANG – Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur meraih peringkat tiga Kenavigasian Awards 2022 dalam ketegori daya serap anggaran. Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Disnav Teluk Bayur di lingkungan Direktorat Kenavigasian, Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan.

“Semoga menjadi motivasi bagi kita semua untuk bekerja lebih baik lagi,”sebut Kepala Subag Tata Usaha Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayung, Lina Lusiana, Senin (21/11/2022).

Dikatakannya, penghargaan tersebut adalah hasil kinerja bersama di lingkungan Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur. Sehingga serapan dapat terealisasi dengan baik.

“Ini tidak lepas dari hasil kinerja bersama, semoga ke depan menjadi lebih baik,”ujarnya.

Disebutkannya, saat ini realisasi fisik dan keuangan Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur mencapai 87 persen. Dalam waktu anggaran dua bulan tersisa, diharapkan realisasi maksimal dapat dicapai.

“Sekarang sudah diposisi 87 persen, kita optimis pada tutup anggaran akan mencapai lebih besar,”ujarnya.

Diungkapkannya, Distrik Navigasi Kelas II Teluk Bayur pada 2022 tidak banyak belanja modal. Yakni, pembangunan laboratorium dan penggantian rambu suar.

Pemberian penghargaan tersebut berlangsung pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kenavigasian Tahun 2022 pada 9 November di Kota Yogyakarta.

Rakornis dihadiri oleh para perwakilan peserta dari Kantor Distrik Navigasi Kelas I, Kantor Distrik Navigasi Kelas II, Kantor Distrik Navigasi Kelas III dengan total jumlah peserta sebanyak 130 orang.

Pada pembukaan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha menegaskan navigasi menjadi esensi utama dalam penyelenggaraan transportasi laut yang berkeselamatan dan aman di Indonesia sebagai negara maritim.

“Jika peran dan tanggung jawab bidang kenavigasian tersebut dapat terlaksana secara dengan baik, merupakan indikasi unggul dan profesionalnya SDM navigasi pelayaran,” katanya.

Dikatakannya transportasi laut sangat dinantikan perannya untuk mengungkit kebangkitan ekonomi nasional, dan navigasi yang menjadi esensi utama terselenggaranya transportasi laut
yang berkeselamatan.

Hal tersebut akan terlaksana jika penyelenggaraan kenavigasian transportasi laut bersinergi dan seluruh elemen di dalamnya merupakan SDM yang unggul serta profesional serta didukung dengan pemanfaatan teknologi dalam menyelenggarakan layanan kenavigasian.

Sesuai amanah Undang-Undang No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran, navigasi bertanggungjawab dalam menjamin tersedianya prasarana serta terselenggaranya program keselamatan pelayaran.

Tanggung jawab yang harus dipenuhi Bidang Kenavigasian yaitu penyediaan alur pelayaran dan sistem perlintasan yang aman dan selamat, penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran yang cukup dan andal, penyelenggaraan telekomunikasi pelayaran dan telekomunikasi marabahaya pelayaran (GMDSS).

Selain itu juga sistem lalulintas pelayaran (VTS), serta penyelenggaraan Long Range Identification And Tracking System (LRIT) sesuai tuntutan internasional di bidang peningkatan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Arif menambahkan kenavigasian juga bertanggung jawab dalam pembinaan di bidang Sarana Bantu Navigasi Pelayaran, sarana telekomunikasi pelayaran, armada dan pangkalan kenavigasian, survei hidrografi dan penataan alur serta perlintasan.

Tantangan utama keselamatan moda transportasi perairan beberapa diantaranya yaitu terkait dengan optimalisasi kelaikan sarana dan
prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pada otoritas dan operator layanan angkutan serta ketersediaan dan kelaikan prasarana keselamatan seperti peralatan navigasi dan pemantau cuaca.

Direktorat Kenavigasian perlu melakukan integrasi antar sistem pengawasan dengan Kementerian dan Lembaga lainnya sehingga
pengawasan lalu-lintas pelayaran di Perairan Indonesia menjadi lebih optimal.

Sementara itu, Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan mengatakan bahwa tujuan diadakannya Rakonis tersebut adalah untuk memberikan pembekalan dan pencerahan kepada para peserta rakornis dalam rangka meningkatkan pelayanan.

Meningkatkan kinerja serta membangun sinergi sumber daya manusia (SDM) kenavigasian seiring dengan pelaksanaan program kerja pemerintah. Sehingga ke depan diharapkan tercipta sinergitas dalam melaksanakan tugas dan fungsi kenavigasian guna menunjang keselamatan pelayaran di seluruh perairan wilayah indonesia.(yose)