Tak Berkategori  

Disperindag Sumbar Lakukan Berbagai Upaya untuk Giatkan Perekonomian Masyarakat

Kabid Perdagangan Disperindag Sumbar, Ridonald. (tangkapan layar)

Padang, Singgalang – Kepala BIdang (Kabid) Perdagangan, Disperindag Sumbar Ridonald mengatakan, pemerintah tetap berusaha untuk membuat perekonomian menggeliat walaupun sedang terdampak pandemi Covid-19.

Beberapa diantaranya dilakukan pembagian masker dan tempat mencuci tangan (wastafel) di pasar-pasar. Dengan begitu masyarakat merasa lebih aman untuk berbelanja di pasar, alhasil roda perekonomian tetap berjalan.

“Pengadaan maskernya pun kami libatkan industri rumah tangga. Yang dulunya mereka membuat makanan atau kerajinan, karena pandemi sepi, jadi kami bimbing untuk membuat masker yang akan dibagikan ke pasar-pasar,” ujar Ridonald dalam¬†Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Harian Singgalang bekerjasama dengan Satgas Covid-19-BNPB, Jumat (29/1). FGD melalui Aplikasi Zoom bertema ‘Update Ekonomi Sumbar’ itu menghairkan sejumlah nara sumber, yakni perwakilan Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Sumbar dan akademisi dari UIN Padang.

Disperindag, katanya, juga memfasilitasi pelaku IKM Sumbar untuk melakukan business matching secara virtual dengan beberapa lembaga, seperti kedutaan besar, konjen, ITPC dan lembaga-lembaga lainnya. Tujuannya adalah untuk melihat peluang ekspor di luar negeri seperti di Hongkong, Australia, Rusia dan lain-lain.

Kemudian, lanjut Ridonald, Disperindag juga melakukan pembinaan dan pemantauan kepada pedagang dan masyarakat di pasar-pasar rakyat yang ada di kabupaten/kota, yakni terkait pelaksanaan peraturan daerah (perda) adaptasi kebiasaan baru (AKB) dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Ada pula dibuat kajian untuk e-katalog lokal bagi pelaku IKM kerajinan batik , sulaman dan bordir, tenun untuk pakaian seragam daerah yang bertujuan untuk membantu pelaku IKM. Disperindag juga membuat aplikasi yang memudahkan masayrakat untuk memantau harga kebutuhan pokok. Setiap hari ada perkembangan dan terlihat fluktuasi harga di pasar-pasar.

“Yang paling penting, dikarenakan banyak masyarakat yang kesulitan secara ekonomi di masa pandemi, telah dilaksanakan pula pasar murah selama 2020,” ujarnya.

Pasar murah ini menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang lebih murah. Kegiatan ini telah berjalan dengan baik di 6 lokasi kabupaten/kota di Sumbar.

Secara garis besar, dia menjelaskan kinerja perdagangan antar daerah mengalami kondisi yang meningkat terutama ditriwulan ke IV Tahun 2020. Untuk komoditas beras, gula pasir dan bawang putih masih stabil. Dan untuk komoditas minyak goreng curah, cabe merah, cabe rawit, telur ayam kedele, dan bawang merah mengalami kenaikan harga dibanding dengan triwulan ke III.

Hal ini disebabkan kurangnya pasokan dari luar Sumbar akibat mondisi cuaca yang tidak baik. “Namun kondisi ini relatif aman dan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok,” ujarnya.

Sementara itu, total ekspor triwulan ke III Tahun 2020 sebesar 319,27 ribu dolar amerika. Sedangkan twiwulan ke IV meningkat menjadi 456,52 rubu dolar Amerika. Ini berarti ada peningkatan 42,29 persen. Hal itu dikarenakan adanya pertumbuhan negara tujuan ekspor yakni Pakistan, Tanzania, Jepang dan Vietnam. (401)