Tak Berkategori  

Ditampung Klub Spanyol, ‘Messi Asia’ Kekurangan Dana

Rhenald Kasali (ist)
Tristan Alif Naufal bersama Rhenald Kasali (dok)
Tristan Alif Naufal bersama Rhenald Kasali (dok)

JAKARTA – Masih ingat pesepakbola berbakat Indonesia bernama Tristan Alif Naufal. Masih muda belia, 11 tahun usianya. Saking berbakatnya, putra pasangan Ivan Trianto dan Irma Lansano itu membuat klub-klub besar salah satunya Ajax Amsterdam sangat terpikat dengannya.

Ketika bergabung berlatih di salah satu klub elit Liga Belanda itu, Tristan Alif berhasil mendapatkan penghargaan The Best Player. Messi-nya Asia pun dinobatkan kepadanya di tanah Eropa.

Kini sebuah klub La Liga di Negara Matador, Spanyol, Getafe FC kepincut pula kepada Tristan untuk dididik di akademinya melalui beasiswa sepakbola.

Hanya saja, bocah kelahiran 12 Desember 2004 itu kini tengah membutuhkan bantuan dana agar bisa menimba ilmu di klub Getafe FC tersebut. Uang yang dibutuhkan untuk biaya hidup dan latihan itu senilai Rp2,5 miliar.

Tristan seharusnya sudah berada di Spanyol awal Mei ini. Namun karena masih kekurangan dana, Tristan belum juga terbang ke Madrid. Apa yang dialami Tristan tersebut membuat mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago dan Rhenald Kasali menarik perhatiannya. Keduanya berinisiatif mengumpulkan dana untuk beasiswa Alif melalui kitabisa.com.

Kabarnya dana yang sudah terkumpul baru Rp5,3 juta. Tentu masih jauh dari kebutuhan yang diperlukannya. Diharapkan pecinta olahraga tergugah untuk memberikan sumbangan agar target Rp2,5 miliar dapat tercapai dalam kurun 55 hari ke depan.

“Saya membuat fundraising campaign ini karena terinspirasi dengan semangat seorang bocah,” tulis Andrinof di laman kitabisa.com.

Bagi yang ingin menyalurkan bantuan agar Alif bisa segera berangkat ke Spanyol dapat membuka tautan berikut ini: https://kitabisa.com/tristanalif.

Ada beberapa fakta menarik yang pernah dialami Alif. Dia dulu pernah ditawari pindah kewarganegaraan oleh dua negara Asia dengan iming-inging kehidupan mewah.

Alif pun menolak dan menjawab: “Saya hanya ingin membela Timnas Indonesia.” Mantan kiper Manchester United dan Timnas Belanda, Edwin van de Sar sampai kehabisan kata-kata ketika melihat langsung skill yang dimiliki bocah itu. (dede)