Tak Berkategori  

Dosen Sastra Jepang UBH Beri Pendampingan Hospitality di EKowisata Lubuak Nyarai

Dosen dan mahasiswa program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta melaksanakan program tridaharma perguruan tinggi melalui kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat di Objek Ekowisata Lubuak Nyarai. (ist)

PADANG – Dosen dan mahasiswa program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta melaksanakan program tridaharma perguruan tinggi melalui kegiatan pemberdayaan kepada masyarakat di Objek Ekowisata Lubuak Nyarai, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (26/5).

Kegiatan bertajuk Pendampingan Mitra Ekowisata Air Terjun Lubuak Nyarai untuk Meningkatkan Identitas Dalam Bidang Hospitality Berstandarkan Internasional ini diketuai oleh Prof . Dr. Dra. Diana Kartika dengan anggota Dra. Irma, M.Hum, Tienn Immerry, S.S., M.Hum dengan 5 mahasiswa program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta.

Pengabdian bidang hospitality pariwisata ini serta diikuti oleh pengelola, pemandu wisata, dan pemilik warung Ekowisata Lubuak Nyarai, serta dihadiri oleh Wali Nagari Salibutan Jahidir dan Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Padang Pariaman, Muhammad Fadhly.

Prof Dr. Dra. Diana Kartika menyampaikan kegiatan pengabdian ini sudah masuk tahun kedua yang telah dilaksanakan tahun 2021 lalu mengangkat topik pemberdayaan guide digital dan tahun 2022 ini fokus pada bidang hospitality.

“Sektor pariwisata dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat sebagai wahana peningkatan perekonomian yang harus dikelola dan dapat memberikan pelayanan (Hospitality) optimal kepada pengunjung sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama baik pengelola, masyarakat setempat, maupun yang dapat dirasakan pengunjung,” ungkap Diana Kartika.

Ditambahkan Diana Kartika, pada pengabdian ini lebih menargetkan kepada peningkatan pelayanan yang diberikan oleh pengelola dan pemandu wisata. Tim memberikan pelatihan pelayanan yang berstandarkan Internasional dengan mengambil konsep dari sistem etos kerja Jepang yaitu Kaizen dan Omotenashi.

“Kaizen adalah suatu strategi untuk menjalankan kegiatan secara konsisten sehingga bisa meningkatkan produktivitas di seluruh aspek dengan tujuan untuk membuat. Kaizen dikenal juga dengan nama prinsip 1 menit, bertumpu terhadap konsistensi, melatih disiplin dan konsisten serta bisa diterapkan pada perusahaan/perkumpulan,” sebut guru besar asal Fakultas Ilmu Budaya ini.

Diana mengatakan dalam pengelolaan kepariwisataan dapat mengadopsi model Kaizen 5S/5R yaitu Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat) dan Shitsuke (Rajin). Kaizen ini juga dapat mendukung dalam memberikan pelayanan bagi pengunjung. Sedangkan untuk perihal pelayanan dapat menggunakan konsep omotenashi

“Omotenashi dapat diartikan sebagai keramah-tamahan. Memberikan pelayanan yang optimal dapat mendatangkan untung bagi pariwisata. Pengunjung akan merasa nyaman dan dapat memberikan citra positif untuk peningkatan pariwisata,” ungkapnya.

Ekowisata Lubuak Nyarai memiliki pesona alam yang sangat indah. Kondisi alamnya yang masih asli sejumlah daya tarik wisata petualangannya dapat memberikan kesan dan pengalaman yang tidak terlupakan bagi pengunjung. Namun, agar memberikan kesan tersebut tentunya harus ada upaya dari pengelola dan pemandu wisata dalam Menciptakan suasana nyaman dengan pelayanan prima kepada para pengunjung.

Ritno Kurniawan Ketua Pokdarwisa Ekowisata Lubuak Nyarai menyampaikan dalam pengelolaan objek wisata minat khusus, terlebih pada alam bebas ini perlu keterampilan khusus. Sejak 2013, ekowisata ini terus berbenah mulai dari peningkatan tatakelola, fasilitas hingga sumberdaya manusianya. Dengan menerapkan pendekatan berbasis kemasyarakatan ini diharapkan Ekowisata Lubuak Nyarai dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungannya.

“Dengan adanya kegiatan pelatihan dari Universitas Bung Hatta ini dapat mengingat kembali dasar-dasar hospitality yang juga menjadi bagian dalam Sapta Pesona. Terkait hospitality ini memang harus terus ditingkatkan oleh pemandu wisata,” sebutnya.

Wali Nagari Salibutan Jahidir mengucapkan terima kasih kepada Universitas Bung Hatta yang memberikan perhatian kepada Ekowisata Lubuak Nyarai sehingga dengan kegiatan pengabdian ini dapat menambah pengetahuan dan peningkatan terhadap pengelolaan objek wisata.

“Dengan adanya Ekowisata Lubuak Nyarai ini telah memberikan perubahan dan dampak yang positif bagi masyarakat. Kedepannya Universitas Bung Hatta dapat terus melaksanakan kegiatan di Ekowisata Lubuak Nyarai,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Muhammad Fadhly menyampaikan Ekowisata Lubuak Nyarai merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kabupaten Padang Pariaman dengan yang pengelolaannya yang sudah tertata dengan baik dan dikenal tidak hanya secara nasional tapi sudah mendunia.

“Kegiatan pengabdian ini menjadi bentuk kolaborasi antar perguruan tinggi dengan pengelola dalam meningkatkan SDM di bidang pariwisata sehingga lebih berkualitas dan berkelas. Apalagi dalam hal hospitality,” ungkapnya.

Setelah kegiatan pengabdian, tim dan pengelola bersama Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga langsung praktik lapangan melihat kondisi objek daya darik wisata dan menanam bibit pohon petai di sekitar Lubuak Batu Tuduang. (105)