Tak Berkategori  

DPR Apresiasi Pemerintah Bebaskan Sandera Abu Sayyaf

JAKARTA – Setelah selama lima pekan disandera kelompok Abu Sayyaf, akhirnya 10 WNI akhirnya dibebaskan setelah melalui negosiasi yang cukup panjang.

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq dalam rillis yang diterima Singgalang, Senin (2/5), mengapresiasi langkah pembebasan 10 sandera WNI yang dilakukan secara bersama-sama antara pihak perusahaan, pihak Kemenlu yang dibantu tim dari TNI.

Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dengan dibebaskannya 10 WNI dengan selamat adalah sebuah keberhasilan negosiasi yang patut disyukuri. Karena kasus-kasus serupa yang dialami warga negara lain kerap mengalami kegagalan.

“Bahkan ada juga kasus dimana tim negosiator saat sedang berusaha membebaskan samdera justru malah ikut disandera,” ujarnya.

Mahfudz mengaku terus mengikuti dengan cermat proses negosiasi yang dilakukan secara terkoordinasi oleh pihak Pemerintah RI dan pihak perusahaan kepada semua pihak terkait di Filipina. Dia berharap keberhasilan ini akan menambah kepercayaan diri pemerintah untuk melanjutkan proses pembebasan 4 WNI lainnya.

“Di tingkat pemerintah Indonesia dan Filipina perlu dilanjutkan pembicaraan tentang kerjasama keamanan wilayah perbatasan untuk menutup celah terjadinya kasus-kasus penyanderaan di masa datang,” ucapnya.

Seperti diketahui bahwa ke-10 WNI merupakan anak buah kapal (ABK) tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, yang dirompak di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan, saat berlayar dari Kalimantan Selatan dengan tujuan Filipina, pada akhir Maret. (ery satria)